Artikel

Jangan Intervensi Tuhan; Pesan Inspiratif dari Rahel Rumkabu, Perempuan Hitam Manis Kelahiran Kota Dingin Wamena

Wamena — “Jangan intervensi Tuhan.” Kalimat sederhana namun penuh makna ini datang dari Rahel Rumkabu, perempuan hitam manis kelahiran kota dingin Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Dalam kesehariannya sebagai staf di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan, Rahel dikenal sebagai sosok yang tenang, pekerja keras, dan memiliki keyakinan kuat bahwa setiap hal terjadi sesuai waktu dan kehendak Tuhan.

Bagi Rahel, bekerja di lembaga penyelenggara pemilu bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan nilai-nilai demokrasi tumbuh di tanah Papua Pegunungan. Ia percaya, segala proses baik dalam pekerjaan maupun kehidupan harus dijalani dengan kesabaran, tanpa mencoba “mengatur” rencana Tuhan.

“Kita hanya manusia. Tugas kita berusaha dan percaya. Jangan intervensi Tuhan dalam rencana-Nya yang jauh lebih besar dari pikiran kita,” tutur Rahel dengan senyum khasnya.

Ketekunan Rahel dalam bekerja dan kerendahan hatinya menjadikannya teladan bagi rekan-rekannya di lingkungan KPU. Ia selalu menekankan pentingnya keikhlasan dalam melayani masyarakat, terutama dalam konteks penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.

Wamena, kota kelahirannya yang dikenal dengan udara sejuk dan masyarakat yang hangat, menjadi sumber inspirasi bagi Rahel dalam menapaki setiap langkah hidup. “Saya belajar dari tanah ini, dari orang-orang yang sabar dan penuh kasih,” ujarnya.

Melalui pesan “Jangan intervensi Tuhan”, Rahel mengajak setiap orang untuk belajar berserah dan tetap berproses dengan keyakinan bahwa segala sesuatu indah pada waktunya.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 201 kali