Membangun Sambil Berlari: Jejak Pengabdian Bernad Dermawan Sutrisno dalam Penguatan KPU Papua Pegunungan
Wamena, 5 Oktober 2026 — Ada masa ketika sebuah organisasi tidak mempunyai kesempatan untuk menunggu seluruh perangkatnya tersedia secara sempurna sebelum mulai bekerja. Kantor harus disiapkan, sumber daya manusia harus tersedia, struktur harus dibangun, tata kerja harus dibentuk, sementara pada saat yang sama tugas-tugas kelembagaan sudah harus dilaksanakan. Kondisi itulah yang mewarnai fase awal pembangunan KPU Provinsi Papua Pegunungan setelah terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan sebagai salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua. Dalam perjalanan tersebut terdapat satu nama yang menjadi bagian dari fase penting pembangunan kelembagaan, yakni Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, M.Si., yang ketika itu menjabat Sekretaris Jenderal KPU Republik Indonesia. Momentum ulang tahunnya yang ke-52 pada 5 Oktober 2026 menjadi ruang refleksi bagi KPU Provinsi Papua Pegunungan untuk melihat kembali salah satu bagian penting perjalanan kelembagaan: bagaimana sebuah KPU provinsi baru mulai dipersiapkan di Wamena ketika tahapan Pemilu 2024 telah berjalan. Kisah tersebut bukan hanya mengenai seorang Sekretaris Jenderal. Ia juga merupakan cerita tentang kantor persiapan, beberapa pegawai pertama, dukungan satuan kerja yang telah lebih dahulu ada, terbentuknya struktur kesekretariatan, hadirnya komisioner pertama, hingga akhirnya sebuah organisasi baru mampu menjalankan tugasnya sendiri. Inilah perjalanan “Membangun Sambil Berlari.” 20 Desember 2022: Jejak Awal dari Wamena Salah satu momentum penting dalam perjalanan awal KPU Provinsi Papua Pegunungan terjadi pada 20 Desember 2022. Pada hari itu, Sekretaris Jenderal KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno bersama jajaran Sekretariat Jenderal KPU RI melakukan kunjungan kerja pertama ke Wamena. Kedatangan rombongan disambut dengan tarian tradisional sebelum melaksanakan rangkaian agenda persiapan kelembagaan KPU di provinsi yang baru terbentuk. Kehadiran Sekretaris Jenderal KPU RI di Wamena mempunyai konteks yang sangat penting. Provinsi Papua Pegunungan baru memasuki fase awal sebagai DOB, sementara KPU harus memastikan bahwa proses pembangunan kelembagaan penyelenggara Pemilu dapat dilakukan tanpa menghambat tahapan Pemilu 2024 yang telah berjalan. Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar keputusan administratif mengenai keberadaan sebuah organisasi. KPU harus mulai menyiapkan tempat bekerja, sumber daya manusia, struktur, koordinasi, tata kerja dan dukungan terhadap tahapan Pemilu. “Yang dipersiapkan pada 20 Desember 2022 bukan hanya sebuah kantor. Yang mulai dibangun adalah fondasi sebuah institusi.” Wamena, 20 Desember 2022 — Kunjungan kerja pertama Sekretaris Jenderal KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno bersama jajaran KPU RI ke Wamena dalam rangka persiapan kelembagaan KPU Provinsi Papua Pegunungan. Rombongan disambut dengan tarian tradisional sebelum melaksanakan rangkaian kegiatan. (Dokumentasi: KPU) Kantor Persiapan: Sebuah Institusi Mulai Mempunyai Tempat Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah peresmian Kantor Persiapan KPU Provinsi Papua Pegunungan. Pada fase awal, Kantor Persiapan masih memanfaatkan fasilitas di lingkungan KPU Kabupaten Jayawijaya di Wamena. Secara fisik fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas. Namun secara kelembagaan, kehadiran Kantor Persiapan mempunyai arti penting. Untuk pertama kalinya, persiapan kelembagaan KPU Provinsi Papua Pegunungan mempunyai titik kerja yang dapat digunakan sebagai pusat administrasi, komunikasi dan koordinasi. Papan nama bertuliskan “Kantor Persiapan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Pegunungan” menjadi penanda bahwa pembangunan kelembagaan mulai bergerak dari sebuah kebutuhan organisasi menuju aktivitas yang nyata. Wamena, 20 Desember 2022 — Sekretaris Jenderal KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno meresmikan Kantor Persiapan KPU Provinsi Papua Pegunungan di Wamena. Momentum tersebut menjadi salah satu tonggak awal pembangunan kelembagaan KPU di Provinsi Papua Pegunungan. (Dokumentasi: KPU) Setelah Kantor Disiapkan, Orang Harus Mulai Bekerja Kantor saja tentu tidak cukup. Sebuah organisasi membutuhkan orang-orang yang menjalankan pekerjaan administrasi, surat-menyurat, komunikasi, dokumentasi dan koordinasi. Karena itu, pada 20 Desember 2022, dilakukan pula rekrutmen tiga orang pegawai pertama untuk membantu menjalankan fungsi administrasi Kantor Persiapan KPU Provinsi Papua Pegunungan. Pada fase awal tersebut, aktivitas mereka dilakukan dengan memanfaatkan salah satu ruangan di Kantor KPU Kabupaten Jayawijaya. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan organisasi karena menunjukkan bahwa Kantor Persiapan tidak dimaksudkan hanya sebagai simbol kehadiran kelembagaan. Kantor tersebut harus mulai hidup dan bekerja. “Setelah kantor dipersiapkan, tantangan berikutnya adalah menghadirkan orang-orang yang membuat kantor itu hidup dan bekerja.” Dari tiga pegawai awal tersebut, pembangunan SDM kesekretariatan kemudian berkembang secara bertahap seiring dengan pembentukan struktur dan bertambahnya kebutuhan organisasi. Wamena, 20 Desember 2022 — Bernad Dermawan Sutrisno bersama tiga pegawai pertama yang direkrut untuk mendukung administrasi Kantor Persiapan KPU Provinsi Papua Pegunungan. Pada fase awal, aktivitas administrasi memanfaatkan salah satu ruangan di Kantor KPU Kabupaten Jayawijaya. (Dokumentasi: KPU) Soliditas Sebelum Kemandirian Rangkaian kegiatan 20 Desember 2022 tidak berhenti pada peresmian kantor dan penyiapan SDM awal. Bernad bersama jajaran Sekretariat Jenderal KPU RI juga melakukan pertemuan dan konsolidasi dengan jajaran kesekretariatan KPU Kabupaten di wilayah Papua Pegunungan. Dalam arahan awal tersebut, salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya soliditas dan komitmen bersama untuk mendukung serta memberdayakan KPU Provinsi Papua Pegunungan yang baru sebagai tindak lanjut terbentuknya DOB. Pesan tersebut mempunyai konteks yang penting. KPU Provinsi yang baru belum mempunyai seluruh perangkat organisasi. Sementara jajaran KPU Kabupaten telah mempunyai pengalaman, personel dan tata kerja kelembagaan yang dapat menjadi kekuatan dalam mendukung proses transisi. Karena itu, sebelum berbicara mengenai kemandirian organisasi, modal pertama yang harus dibangun adalah kebersamaan dan soliditas. “Sebelum berbicara tentang kemandirian organisasi, yang terlebih dahulu dibangun adalah soliditas.” Wamena, 20 Desember 2022 — Sekretaris Jenderal KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno bersama jajaran Sekretariat Jenderal KPU RI melakukan pertemuan dengan jajaran kesekretariatan KPU Kabupaten se-Papua Pegunungan sebagai bagian dari konsolidasi awal pembangunan kelembagaan KPU Provinsi Papua Pegunungan. (Dokumentasi: KPU RI) Wamena, 20 Desember 2022 — Bernad Dermawan Sutrisno memberikan arahan kepada jajaran KPU se-Papua Pegunungan. Pada fase awal pembangunan kelembagaan tersebut, soliditas dan komitmen bersama untuk mendukung serta memberdayakan KPU Provinsi yang baru menjadi bagian penting dalam proses transisi kelembagaan. (Dokumentasi: KPU) Dari Dukungan Transisi Menuju Kemandirian Pada fase awal, KPU Provinsi Papua Pegunungan belum dapat menjalankan seluruh fungsi kesekretariatannya secara mandiri. Sejumlah kebutuhan pelaksanaan tahapan memperoleh dukungan dari Sekretariat KPU Kabupaten Jayawijaya, sementara koordinasi kesekretariatan pada masa transisi masih memperoleh dukungan dari Sekretariat KPU Provinsi Papua sebagai instansi induk. Mekanisme tersebut menjadi jembatan yang memungkinkan tahapan Pemilu tetap mendapatkan dukungan, sementara organisasi provinsi yang baru secara bertahap membangun kemampuan internalnya. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan organisasi baru bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu hari. Ia merupakan proses: persiapan → dukungan transisi → pembangunan SDM → pengisian struktur → penguatan koordinasi → kemandirian kelembagaan. 24 Mei 2023: Hadirnya Komisioner Pertama Perjalanan kelembagaan memasuki babak penting berikutnya pada 24 Mei 2023, ketika Anggota KPU Provinsi Papua Pegunungan periode pertama dilantik di Jakarta. Jika Desember 2022 menjadi fase pembangunan dukungan awal kesekretariatan, maka Mei 2023 menandai semakin lengkapnya kelembagaan dengan hadirnya unsur Anggota KPU Provinsi. Hadirnya komisioner pertama membawa tantangan berikutnya: bagaimana unsur komisioner dan sekretariat segera membangun pola kerja sebagai satu kesatuan kelembagaan di tengah tahapan Pemilu 2024 yang terus berjalan. Jakarta, 24 Mei 2023 — Pelantikan dan pengambilan sumpah Anggota KPU Provinsi Papua Pegunungan periode 2023–2028. Pelantikan komisioner pertama menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kelembagaan KPU Provinsi Papua Pegunungan setelah melalui fase persiapan kesekretariatan di Wamena. (Dokumentasi: KPU RI) Akhir Mei 2023: Komando Kesekretariatan Mulai Berdiri Hampir bersamaan dengan hadirnya komisioner pertama, penguatan organisasi dilakukan pada unsur kesekretariatan. Pada akhir Mei 2023, pejabat Kepala Bagian mulai mengisi struktur Sekretariat KPU Provinsi Papua Pegunungan. Agus Filma dilantik sebagai Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik, dan pada fase awal tersebut sekaligus mendapat penugasan sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan. Dua Kepala Bagian lainnya turut mengisi struktur kesekretariatan. Momentum tersebut mempunyai arti penting karena KPU Provinsi Papua Pegunungan mulai mempunyai struktur yang memungkinkan koordinasi dan komando kesekretariatan secara bertahap dijalankan sendiri. “Jika 20 Desember 2022 menjadi fase menyalakan mesin organisasi, maka akhir Mei 2023 menjadi fase ketika KPU Provinsi Papua Pegunungan mulai memiliki kemudi kesekretariatannya sendiri.” Biak Numfor, Mei 2023 — Agus Filma mengikuti pelantikan secara daring sebagai Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik Sekretariat KPU Provinsi Papua Pegunungan. Pada fase awal pembangunan struktur tersebut, Agus Filma sekaligus mendapat penugasan sebagai Plt. Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan. (Dokumentasi: KPU) “Kami Benar-Benar Mengalami Fase Membangun Sambil Bekerja” Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan, Agus Filma, mengenang akhir Mei 2023 sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan pembangunan kesekretariatan. “Bagi kami, penunjukan Plt. Sekretaris dan dua Kepala Bagian pada akhir Mei 2023 mempunyai arti yang sangat penting. Sejak titik itu, komando kesekretariatan secara bertahap mulai dapat dilaksanakan dari KPU Provinsi Papua Pegunungan sendiri. Ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi momentum ketika sebuah struktur yang sebelumnya sedang dipersiapkan mulai mempunyai kemampuan untuk mengatur, mengoordinasikan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya sendiri.” Perubahan tersebut semakin penting karena berlangsung ketika tahapan Pemilu 2024 telah berjalan. Struktur baru tidak mempunyai waktu panjang untuk melakukan konsolidasi. Pejabat dan pegawai yang ditempatkan harus segera memahami tugas, membangun tata kerja, mengelola administrasi dan anggaran, memberikan dukungan terhadap kebutuhan tahapan serta mulai membangun koordinasi dengan delapan KPU Kabupaten. “Kami benar-benar mengalami fase membangun sambil bekerja. Setelah komando kesekretariatan mulai dapat dilaksanakan sendiri, tantangannya bukan lagi sekadar membentuk struktur, tetapi bagaimana struktur itu langsung berfungsi. Pejabat yang ditempatkan harus segera mengambil tanggung jawab, pegawai harus beradaptasi dan seluruh jajaran harus memahami bahwa Pemilu 2024 sudah berada di depan mata.” Dari Ketergantungan Transisi Menuju Kemandirian Satker Menurut Agus, perjalanan tersebut memperlihatkan adanya tahapan pembangunan kelembagaan yang cukup jelas. Pada fase pertama, sejumlah pekerjaan tahapan memperoleh dukungan dari Sekretariat KPU Kabupaten Jayawijaya. Pada fase transisi, koordinasi kesekretariatan masih memperoleh dukungan dari Sekretariat KPU Provinsi Papua sebagai instansi induk. Setelah struktur mulai terisi, KPU Provinsi Papua Pegunungan secara bertahap mengambil alih fungsi koordinasi dan komando kesekretariatannya sendiri. “Kalau melihat perjalanan itu sekarang, prosesnya dapat kita gambarkan dari dukungan transisi menuju kemandirian kelembagaan. Dari pekerjaan yang pada awalnya masih banyak membutuhkan dukungan satker yang telah ada, kemudian mulai mempunyai pejabat sendiri, pegawai sendiri dan komando kesekretariatan sendiri, hingga akhirnya berkembang menjadi satuan kerja yang mampu mendukung penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.” Berani Mengambil Keputusan dalam Keterbatasan Agus menilai dukungan Sekretariat Jenderal KPU RI pada fase tersebut mempunyai arti penting karena satuan kerja baru membutuhkan keputusan-keputusan yang cepat agar organisasi dapat segera berfungsi. “Di sinilah kami melihat arti penting kepemimpinan Bapak Bernad pada masa itu. Organisasi baru tidak dapat menunggu seluruh kondisinya menjadi sempurna. Harus ada keberanian mengambil keputusan, terutama dalam membangun struktur dan menempatkan SDM agar organisasi segera bekerja. Bagi Papua Pegunungan, keputusan-keputusan pada fase awal itu menjadi bagian dari fondasi yang kemudian memungkinkan kami menjalankan tugas secara semakin mandiri.” Dari perjalanan tersebut terdapat tiga karakter yang dapat menjadi pembelajaran organisasi: Berani mengambil keputusan dalam keterbatasan – selektif membangun SDM – konsisten menegakkan aturan. Ketegasan dalam konteks tersebut tidak semata-mata berarti ketegasan terhadap pegawai. Yang lebih penting adalah ketegasan terhadap standar organisasi: kompetensi, disiplin, integritas, kinerja dan pelayanan. Dalam penyelenggaraan Pemilu, disiplin organisasi mempunyai arti strategis. Kelemahan administrasi, lemahnya koordinasi atau rendahnya tanggung jawab SDM dapat memengaruhi pelaksanaan tahapan. Karena itu, pembangunan SDM tidak cukup hanya dengan mengisi struktur. SDM yang ditempatkan harus mampu bekerja, memahami tanggung jawab, menjaga integritas dan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pemilu secara profesional. Empat DOB, Tantangan Kelembagaan yang Sama Tantangan pembangunan kelembagaan pada masa tersebut tidak hanya terjadi di Papua Pegunungan. Empat DOB di Tanah Papua—Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya—membutuhkan dukungan kesekretariatan KPU provinsi yang mampu segera bekerja. Salah satu kebutuhan yang mendesak adalah sumber daya manusia. Dalam proses tersebut, Bernad melakukan koordinasi bersama para Plt. Sekretaris KPU Provinsi pada empat DOB untuk membahas penguatan SDM, termasuk kebutuhan PNS dan tenaga pendukung agar sekretariat provinsi baru dapat menjalankan fungsi organisasi dan mendukung tahapan Pemilu 2024. Konteks tersebut menunjukkan bahwa pembangunan KPU Provinsi Papua Pegunungan merupakan bagian dari pekerjaan kelembagaan yang lebih luas dalam merespons terbentuknya empat provinsi baru di Tanah Papua. Sekretaris Jenderal KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno bersama para Plt. Sekretaris KPU Provinsi pada empat DOB di Tanah Papua dalam rangka koordinasi penguatan sumber daya manusia dan kesiapan sekretariat KPU provinsi baru. (Dokumentasi: KPU) Apresiasi Ketua KPU Provinsi Papua Pegunungan Ketua KPU Provinsi Papua Pegunungan, Daniel Jingga, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Bernad terhadap pembangunan kelembagaan KPU Papua Pegunungan sejak fase awal. “Kami mengapresiasi Bapak Bernad Dermawan Sutrisno yang sejak awal telah memberikan perhatian terhadap pembentukan dan kesiapan Sekretariat KPU Provinsi Papua Pegunungan sebagai tindak lanjut terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan. Bahkan sebelum kelembagaan KPU Provinsi Papua Pegunungan terbentuk secara lengkap, beliau telah hadir langsung di Wamena pada 20 Desember 2022 untuk melihat kondisi di lapangan dan mendukung persiapan Kantor Persiapan KPU Provinsi Papua Pegunungan.” Menurut Daniel, perhatian pada fase awal tersebut mempunyai arti penting karena organisasi harus dibangun dalam waktu yang relatif singkat sementara tahapan Pemilu 2024 telah berjalan. “Pada saat itu kami adalah provinsi baru. Kelembagaan harus dibangun dari awal, kantor harus dipersiapkan dan sumber daya manusia harus segera tersedia. Dukungan pada fase seperti inilah yang kemudian menjadi bagian dari fondasi sehingga KPU Papua Pegunungan dapat tumbuh menjadi satuan kerja yang mampu menjalankan tugasnya.” Daniel menilai pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya keberanian mengambil keputusan ketika organisasi menghadapi keterbatasan. “Yang kami lihat adalah keberanian untuk tidak menunggu semuanya menjadi sempurna. Organisasi harus segera dibangun karena Pemilu tidak dapat menunggu. SDM harus tersedia, sekretariat harus bekerja dan tahapan harus tetap berjalan. Dalam perjalanan berikutnya, fondasi yang dibangun itu ikut mengantarkan KPU Papua Pegunungan mampu melaksanakan Pemilu 2024 dan kemudian menyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk pertama kalinya.” Dari Kantor Persiapan Menuju Pemilu Pertama Apa yang dimulai dari Kantor Persiapan pada 20 Desember 2022 kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi yang semakin lengkap. Komisioner telah hadir. Struktur sekretariat mulai terbentuk. Pegawai bertambah. Tata kerja mulai dibangun. Koordinasi dengan delapan KPU Kabupaten semakin diperkuat. Tantangan sesungguhnya kemudian hadir pada Pemilu 2024. Sebagai provinsi baru, Papua Pegunungan untuk pertama kalinya menjalani Pemilu nasional dalam konfigurasi kelembagaan provinsi sendiri. Di wilayah dengan tantangan geografis, aksesibilitas dan komunikasi yang tidak sederhana, Pemilu menjadi ujian nyata terhadap kapasitas organisasi yang relatif baru dibangun. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa fondasi kelembagaan yang dibangun sejak fase persiapan bukanlah tujuan akhir. Fondasi tersebut harus mampu menghasilkan organisasi yang bekerja ketika diuji oleh tahapan nyata. Dari Pemilu Menuju Pemilihan Gubernur Pertama Setelah Pemilu 2024, perjalanan kelembagaan belum berhenti. KPU Provinsi Papua Pegunungan kemudian memasuki fase penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah, termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk pertama kalinya sebagai provinsi baru. Organisasi yang pada Desember 2022 masih memulai aktivitas melalui Kantor Persiapan kini harus menjalankan fungsi koordinasi penyelenggaraan Pemilihan bersama delapan KPU Kabupaten. “Dari organisasi yang membutuhkan dukungan transisi menjadi organisasi yang mempunyai tanggung jawab mengoordinasikan dukungan penyelenggaraan demokrasi pada tingkat provinsi.” Legacy yang Harus Dijaga Bagi Agus Filma, pengalaman tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai catatan sejarah. Kemandirian satuan kerja selalu membawa tanggung jawab yang semakin besar. Jika pada fase awal tantangannya adalah bagaimana menghadirkan kantor, SDM dan struktur organisasi, maka setelah organisasi berdiri tantangannya berubah menjadi bagaimana memastikan organisasi semakin berkinerja. “Kalau dahulu tantangan kami adalah bagaimana membuat organisasi ini berdiri dan mampu bekerja, maka hari ini tantangan kami adalah bagaimana membuatnya semakin berkinerja. Legacy terbaik dari dukungan yang diberikan pada masa awal adalah memastikan KPU Provinsi Papua Pegunungan bersama delapan KPU Kabupaten terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kompetensi SDM, menjaga disiplin, membangun akuntabilitas dan memberikan pelayanan kepemiluan yang semakin baik kepada masyarakat.” Pesan tersebut penting karena keberhasilan pembangunan organisasi tidak cukup diukur dari keberadaan kantor, jumlah pegawai ataupun lengkapnya struktur. Organisasi harus terus tumbuh menjadi institusi yang profesional, akuntabel, adaptif, berintegritas dan mampu memberikan pelayanan kepemiluan yang semakin baik. Legacy Terbaik adalah Institusi yang Mampu Berdiri Jejak pengabdian seorang pemimpin birokrasi tidak selalu dapat dilihat dari satu keputusan atau satu program. Sebagian jejak justru baru terlihat setelah masa kepemimpinannya berlalu: apakah sistem yang dibangun tetap bekerja, apakah SDM yang disiapkan berkembang, dan apakah institusi yang pernah dibantu berdiri mampu melanjutkan perjalanannya sendiri. Dalam konteks Papua Pegunungan, perjalanan dari sebuah Kantor Persiapan, tiga pegawai awal, dukungan KPU Kabupaten Jayawijaya dan koordinasi dengan instansi induk, kemudian berkembang menjadi sebuah KPU Provinsi yang bekerja bersama delapan KPU Kabupaten, merupakan bagian dari sejarah kelembagaan yang penting untuk didokumentasikan. Karena itu, legacy terbaik dari fase awal tersebut bukanlah sekadar mengenang siapa yang pernah berada di dalamnya. Legacy terbaik adalah memastikan institusi yang telah dibangun semakin kuat. “Warisan kepemimpinan bukan hanya keputusan yang pernah dibuat, tetapi institusi yang setelahnya mampu berdiri dan melanjutkan pekerjaannya sendiri.” Refleksi 52 Tahun: Terima Kasih atas Sebuah Fase Pengabdian Dalam momentum ulang tahun ke-52 Bernad Dermawan Sutrisno pada 5 Oktober 2026, Agus menyampaikan apresiasi terhadap bagian pengabdian yang telah diberikan dalam fase pembangunan kelembagaan tersebut. “Kami mengingat fase itu bukan semata-mata sebagai sejarah pembentukan sebuah satker. Kami mengingatnya sebagai masa ketika banyak keputusan harus diambil dalam keterbatasan agar organisasi dapat bekerja dan tahapan Pemilu tetap berjalan. Atas nama jajaran Sekretariat KPU Provinsi Papua Pegunungan, kami menyampaikan terima kasih atas bagian pengabdian Bapak Bernad dalam perjalanan tersebut.” Ketua KPU Provinsi Papua Pegunungan Daniel Jingga juga menyampaikan penghargaan atas perhatian yang diberikan pada fase awal pembangunan kelembagaan. “Atas nama KPU Provinsi Papua Pegunungan, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bagian pengabdian Bapak Bernad dalam fase awal pembangunan kelembagaan kami. Apa yang dahulu dimulai dari Kantor Persiapan, pegawai yang masih terbatas dan organisasi yang sedang dibangun, hari ini telah berkembang menjadi KPU Provinsi yang bersama delapan KPU Kabupaten terus bekerja melayani demokrasi di Papua Pegunungan.” Selamat Ulang Tahun ke-52, Bernad Dermawan Sutrisno Perjalanan pengabdian terus bergerak. Begitu pula perjalanan KPU Provinsi Papua Pegunungan. Apa yang mulai dibangun di Wamena pada 20 Desember 2022 kini menjadi bagian dari sejarah institusi yang perlu dirawat, didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi penyelenggara Pemilu berikutnya. Momentum ulang tahun bukan hanya ruang untuk memberikan ucapan. Ia juga dapat menjadi kesempatan untuk mengingat bahwa pembangunan institusi selalu membutuhkan keputusan, keberanian, kolaborasi, soliditas dan pengabdian banyak orang. Selamat Ulang Tahun ke-52, Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, M.Si. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberhasilan dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Terima kasih atas bagian pengabdian dalam perjalanan awal pembangunan KPU Provinsi Papua Pegunungan. “Jejak pengabdian tidak selalu tertulis pada sebuah gedung atau prasasti. Terkadang ia hidup dalam sebuah institusi yang dahulu ikut dibantu untuk berdiri, kemudian tumbuh dan melanjutkan pengabdiannya sendiri.” Baca juga: Mengupas Perjalanan Karier Sekjen KPU RI, Bernad Dermawan Sutrisno: Dedikasi Luar Biasa untuk Demokrasi Indonesia