Perbedaan Panelis dan Moderator dalam Debat Pemilu, Ini Penjelasannya
Wamena — Saat penggelaran pemilihan umum presiden dan wakil presiden, hal yang paling ditunggu tentu acara debat calon presiden dan wakil presiden yang disiarkan secara langsung di televisi. Dalam acara debat tersebut tentu kita tidak asing lagi dengan keberadaan moderator dan panelis yang menjadi unsur penting di debat tersebut. Namun, masih banyak yang belum tau apa sih perbedaan antara moderator dan panelis di debat tersebut?
Perbedaan Moderator dan Panelis dalam Debat Pemilu
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) moderator merupakan seseorang yang bertindak sebagai penengah atau hakim. Dalam debat capres, moderator memegang peran sebagai sosok yang mengatur jalannya acara debat.
Sedangkan panelis menurut KBBI adalah peserta dalam sebuah diskusi panel. Secara umum panelis merupakan seseorang yang ditunjuk untuk menyusun, menilai dan mengajukan pertanyaan pada pasangan calon yang mengikuti debat. Seorang panelis biasanya berasal dari para ahli seperti akademisi, jurnalis senior ataupun praktisi bidang tertentu sesuai dengan debat yang dibahas. Karena panelis bukan hanya memberikan pertanyaan tetapi juga menganalisis jawaban dari calon.
Baca juga: Panelis: Definisi, Tugas, dan Peran Panelis dalam Debat Capres Cawapres Pemilu Indonesia
Tugas Panelis dalam Debat Pemilu
Bukan hanya menyusun dan menilai pertanyaan ketika debat, panelis juga memiliki tugas utama lainnya ketika acara debat berlangsung, yaitu:
- Menyusun pertanyaan untuk untuk debat.
- Memastikan debat sesuai dengan visi, misi serta program calon.
- Menjaga keseimbangan dan keadilan dalam proses tanya jawab ketika debat.
- Memberikan masukan kepada moderator agar debat berjalan dengan tertib.
- Mengawasi jalannya debat agar tetap dalam koridor etika serta demokratis.
Peran Moderator dalam Mengatur Jalannya Debat
Berbeda dengan panelis, moderator berperan sebagai pengatur dinamika jalannya acara debat untuk itu tugas seorang moderator antara lain:
- Membuka, memandu serta menutup acara debat.
- Membacakan pertanyaan yang diberikan panelis kepada kandidat.
- Menjaga waktu berbicara antar calon dan kandidat agar ada pembagian waktu yang adil.
- Menengahi ketika terjadinya interupsi atau pelanggaran yang dilakukan kandidat ketika berdebat.
Seorang moderator haruslah bersifat netral, tidak berpihak pada calon atau kandidat tertentu. Ia harus bisa menjaga kondisi agar tetap terus kondusif dan profesional.
Perbedaan Panelis dan Moderator: Siapa Melakukan Apa?
|
Aspek |
Panelis |
Moderator |
|
Fokus Utama |
Substansi pertanyaan debat |
Alur debat |
|
Tugas Utama |
Menyusun dan memberi pertanyaan pada calon |
Mengatur waktu, suasana dan aturan debat |
|
Sifat Peran |
Analisi |
Nentral |
|
Tujuan Utama |
Menggali gagasan kandidat |
Menjaga debat berjalan adil, tertib dan menarik |
Baca juga: Pengertian Debat: Tujuan, Jenis, dan Unsur-Unsur Pentingnya
Moderator dan panelis sama-sama memegang peranan penting dalam menjamin kualitas debat pemilu. Adanya sosok panelis memastikan isi perdebatan bermakna dan berbobot sehingga memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana calon tersebut bisa menyelesaikan masalah serta visi-misi mereka. Sementara itu, moderator bertugas memastikan proses berjalannya acara dengan lancar dan berimbang. Dengan kolaborasi keduanya membantu publik bisa memahami calon pemimpin secara objektif dan informatif.
Kalaborasi antara moderator dn panelis mukan hanya urusan teknis saja, tetapi menyangkut kualitas demokrasi dan kedewasaan politik bangsa. Mereka menjadi penjaga gerbang informasi publik yang membantu pemilih dalam membuat keputusan berdasarkan pengetahuan bukan manipulasi.