Artikel

KPU Provinsi Papua Pegunungan Refleksikan Fenomena Cultural Shock di Papua Pegunungan

Wamena — KPU Provinsi Papua Pegunungan menyoroti fenomena cultural shock atau guncangan budaya yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah pegunungan seiring dengan cepatnya arus modernisasi dan perubahan sosial.

Ketua KPU Papua Pegunungan menyebut bahwa perubahan tersebut tampak dalam cara masyarakat memandang dunia politik, teknologi, dan pendidikan. “Masyarakat kita kini berada di antara dua dunia: dunia adat yang sarat nilai kebersamaan dan dunia modern yang menuntut kecepatan serta keterbukaan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama bukan pada perubahan itu sendiri, tetapi bagaimana nilai-nilai lokal dapat tetap menjadi dasar dalam membangun kesadaran demokrasi. “KPU berkomitmen untuk memastikan bahwa partisipasi politik masyarakat tetap berakar pada budaya dan identitas Papua Pegunungan,” tambahnya.

KPU menilai bahwa fenomena cultural shock ini membuka ruang refleksi baru bagi semua pihak, terutama lembaga penyelenggara pemilu, agar lebih memahami konteks sosial-budaya masyarakat dalam setiap tahapan demokrasi.

Melalui pendidikan pemilih dan sosialisasi yang berkelanjutan, KPU berharap masyarakat dapat menavigasi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. “Demokrasi yang kuat hanya bisa lahir dari masyarakat yang mengenal dirinya sendiri,” tutupnya.

Dengan demikian fenomena cultural shock atau guncangan budaya yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah pegunungan seiring dengan cepatnya arus modernisasi dan perubahan sosial.

ditulis Oleh 

Papson Hilapok

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 107 kali