Berita Terkini

Pengembangan Kopi Lokal di Provinsi Papua Pegunungan

Wamena — Upaya pemberdayaan ekonomi lokal terus tumbuh di wilayah Papua Pegunungan. Salah satunya dilakukan oleh Petani Kopi Stefanus Hilapok yang memimpin pengelolaan kebun kopi secara swadaya di Kampung Pipukmo, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya.

Stefanus Hilapok dikenal sebagai penggerak utama dalam pembentukan dan pengembangan Kelompok Tani Kopi Naila Wamena Meke, sebuah kelompok tani yang berdiri atas inisiatif masyarakat tanpa ketergantungan pada bantuan eksternal. Kelompok tani ini fokus pada budidaya dan pengolahan kopi arabika yang menjadi komoditas unggulan Pegunungan Tengah.

Menurut Stefanus Hilapok, pengelolaan kebun kopi dilakukan secara mandiri dengan melibatkan para petani lokal serta memanfaatkan lahan kopi warisan keluarga yang telah lama ada di Pipukmo. “Kami mengelola semuanya sendiri, mulai dari perawatan tanaman, pemetikan buah merah, hingga pengeringan di lokasi,” ungkapnya.

Lokasi pengelolaan kopi berada di Desa/Kampung Pipukmo, Distrik Hubikosi, sebuah wilayah yang memiliki kondisi tanah dan iklim ideal untuk pertumbuhan kopi arabika berkualitas tinggi. Hasil panen dari kelompok tani ini dikenal memiliki cita rasa khas kopi Wamena yang telah lama diminati pasar nasional.

Kelompok Tani Kopi Naila Wamena Meke berkomitmen untuk:

  • Meningkatkan kualitas produksi kopi melalui pengolahan yang lebih higienis.
  • Mengembangkan ketahanan ekonomi keluarga petani.
  • Menjaga nilai-nilai swadaya dan kemandirian kelompok.
  • Mengangkat nama Kampung Pipukmo sebagai salah satu sentra kopi potensial di Distrik Hubikosi.

Masyarakat sekitar memberikan apresiasi terhadap upaya Stefanus Hilapok yang dinilai mampu mendorong semangat petani lain untuk ikut mengembangkan kopi sebagai sumber penghidupan utama. Dengan dukungan lingkungan yang cocok untuk budidaya kopi, kelompok tani ini dipandang memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 207 kali