50 Kantong Darah Terkumpul, KPU Papua Pegunungan Sukses Gelar Aksi Donor Darah HUT KORPRI Ke-54
Wamena — Kegiatan donor darah menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian peringatan HUT KORPRI ke-54 yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini dipilih bukan tanpa alasan, namun sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial Anggota KORPRI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan stok darah yang aman dan cukup di fasilitas kesehatan di wilayah Papua Pegunungan.
Kegiatan donor darah sangat relevan dengan semangat pengabdian yang terus digaungkan Organisasi KORPRI. Di mana tugas ASN tidak hanya mengerjakan tugas-tugas teknis birokrasi, namun juga harus mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial-kemanusiaan. Melalui kegiatan Donor darah yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Papua Pegunungan, seluruh ASN khususnya di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan diharapkan menjadi momen untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bentuk pelayanan publik kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dengan urusan-urusan teknis administratif. Lebih dari itu, pelayanan publik juga bisa diwujudkan dengan langkah konkret nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup orang banyak.
Kegiatan donor darah ini, mengajak seluruh ASN di tanah Papua Pegunungan untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan baik, bukan hanya simbol peringatan tahunan. Dengan semangat persatuan, kemanusiaan, dan kepedulian yang merupakan identitas KORPRI, kegiatan donor darah diharapkan menjadi inspirasi untuk gerakan-gerakan mulia kedepannya.
Baca juga: Jadwal Resmi Kegiatan Hari KORPRI 2025: Upacara, Baksos, dan Gala Night ASN
Tujuan Kegiatan Donor Darah
Kegiatan donor darah yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan tidak hanya menjadi agenda simbolis perayaan HUT KORPRI, tetapi memiliki tujuan jelas dan terukur sebagai bentuk pelayanan sosial serta implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Melalui kegiatan ini, KPU ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh peserta, masyarakat, maupun lembaga.
- Bagi peserta donor, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan rasa empati. Selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan, seperti memperbarui sel darah dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi medis di lingkungan sekitar.
- Bagi masyarakat, donor darah menjadi upaya mendukung ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan, terutama yang berada di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki akses terbatas. Setiap kantong darah dapat menjadi penyelamat nyawa bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat, baik akibat kecelakaan, persalinan, maupun penyakit tertentu.
- Bagi KPU Provinsi Papua Pegunungan, kegiatan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga negara dalam meningkatkan eksistensi nilai-nilai KORPRI dalam bentuk nyata. Di mana Organisasi KORPRI hadir untuk masyarakat melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan.
Pelaksanaan Kegiatan Donor Darah di KPU Papua Pegunungan
Antusias para Peserta Donor Darah
Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di Aula Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan dimulai pukul 09.00 - 12.30 WIT, dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh semangat kepedulian sosial. Peserta donor tidak hanya berasal dari internal KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Papua Pegunungan, tetapi juga diikuti oleh:
- Personel TNI dan Polri Kabupaten Jayawijaya,
- Pegawai instansi lain seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya,
- Masyarakat umum yang datang secara sukarela.
Kehadiran lintas instansi ini menambah warna kebersamaan sekaligus memperkuat nilai solidaritas antar lembaga. Dukungan teknis disiapkan langsung oleh tim medis Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Wamena. Tim medis UTD RSUD Wamena melakukan proses pemeriksaan, pengambilan darah, hingga pendataan bagi seluruh peserta yang memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya. Kegiatan berjalan lancar dengan standar kesehatan yang ketat dan pengawasan tenaga profesional. Animo peserta terlihat sangat tinggi sejak awal kegiatan. Banyak peserta yang hadir lebih awal untuk mendaftar dan mengikuti pemeriksaan kesehatan, menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya kegiatan kemanusiaan.
Baca juga: 29 November Hari KORPRI: Sejarah, Makna, dan Peran
Jumlah Peserta dan Hasil Donor Darah

Pendaftaran para Peserta Donor Darah
Kegiatan donor darah yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan mencatat respons yang sangat positif. Total 61 orang tercatat sebagai pendaftar. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis UTD RSUD Wamena, sebanyak 50 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses donor. Seluruh peserta yang lolos pemeriksaan berhasil menyumbangkan darah, sehingga total 50 kantong darah berhasil dihimpun pada kegiatan tersebut. Adapun komposisi golongan darah yang terkumpul adalah sebagai berikut;
- 2 kantong untuk golongan darah AB,
- 9 kantong untuk golongan darah A,
- 15 kantong untuk golongan darah B,
- 20 kantong untuk golongan darah O.
Jumlah ini dinilai sebagai capaian yang membanggakan. Dengan capaian tersebut, KPU Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa kegiatan sosial dapat memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, serta mendorong semangat gotong royong dan kepedulian lintas instansi.
Makna dan Dampak Sosial Kegiatan Donor Darah
Kegiatan donor darah yang digelar memiliki banyak dampak positif, antara lain;
- Bagi kesehatan pendonor, seperti membantu regenerasi sel darah, menjaga sirkulasi, hingga memicu kesadaran akan pola hidup sehat.
- Di sisi sosial, kegiatan donor darah memperkuat rasa solidaritas antar pegawai lintas instansi yang turut berpartisipasi. Para peserta hadir dengan semangat yang sama: membantu sesama tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun instansi. Nilai kebersamaan itu mencerminkan esensi KORPRI sebagai wadah pengabdian dan pelayanan ASN bagi masyarakat.
- Aksi donor darah ini menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Papua Pegunungan, mengingat kebutuhan kantong darah di fasilitas kesehatan wilayah pegunungan kerap memerlukan dukungan tambahan. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi budaya sosial yang terus hidup, selaras dengan karakter ASN yang melayani, bekerja dengan hati, dan memberikan solusi.
