Berita Terkini

KPU Papua Pegunungan Monitoring PDPB Triwulan I 2026 di Wamena, Fokus Tingkatkan Akurasi Data Pemilih

Wamena - KPU Provinsi Papua Pegunungan melaksanakan kegiatan Monitoring Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Nora House. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan kualitas dan akurasi data pemilih di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Baca juga: Hasil Pleno PDPB Triwulan I 2026 KPU Nduga: 98.245 Pemilih Tercatat, Bawaslu Dorong Peran Aktif Stakeholder

Pentingnya Pembaharuan Data Pemilih Secara Berkala

Kegiatan monitoring tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Mamberamo Tengah, Alam Barzah Muhammad Nur. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembaruan data pemilih secara berkala guna menjaga integritas proses demokrasi serta memastikan seluruh warga yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya.

Meningkatkan Akurasi Data Pemilih

Tujuan utama dari kegiatan Monitoring PDPB ini adalah untuk meningkatkan akurasi data pemilih serta mengidentifikasi berbagai perubahan data yang terjadi, terutama di wilayah Kabupaten Mamberamo Tengah. Perubahan tersebut meliputi data pemilih pemula, pemilih yang pindah domisili, hingga pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat.

Dibutuhkan Kolaborasi Antar Lembaga

Dalam sesi pembahasan, Bawaslu selaku tamu undangan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan masukan. Dalam penyampaiannya, Bawaslu menegaskan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), khususnya dalam memastikan data pemilih pemula yang setiap tahunnya terus bertambah. Sinergi antar lembaga ini dinilai krusial agar hak pilih warga, terutama generasi muda, dapat terakomodasi secara optimal. Selain itu, Bawaslu juga menyoroti persoalan ketidaktransparanan data pemilih di sejumlah distrik. Menurut mereka, hal ini perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan persoalan di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, peningkatan transparansi dan keterbukaan data pemilih dianggap sangat penting untuk meminimalisir potensi konflik di setiap kampung maupun distrik.

Baca juga: Mengenal PDPB: KPU Jayawijaya Gelar Pleno Triwulan I 2026, Ini Manfaatnya bagi Hak Pilih Masyarakat Papua Pegunungan

Koordinasi dan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan Sangat Diperlukan

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga kualitas data pemilih. Dengan data yang akurat, mutakhir, dan transparan, pelaksanaan pemilu ke depan di wilayah Papua Pegunungan diharapkan dapat berjalan lebih baik, demokratis, dan berintegritas.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 16 kali