Cuti Bersama Akhir Tahun 2025: Tanggal, Aturan, dan Dampaknya
Wamena — Pemerintah resmi menetapkan dasar hukum pelaksanaan cuti bersama tahun 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. SKB Tiga Menteri Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024, tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025 menjadi pedoman nasional bagi instansi pemerintah maupun swasta dalam mengatur hari libur dan cuti bersama sepanjang tahun 2025. Penetapan daftar hari libur nasional serta cuti bersama yang sudah disesuaikan dengan kalender keagamaan dan kebutuhan pelayanan publik. Penetapan melalui SKB 3 Menteri ini diharapkan dapat memastikan adanya keseragaman kebijakan cuti di seluruh wilayah Indonesia.
Penetapan cuti bersama 2025 melalui SKB 3 Menteri dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efisiensi birokrasi, pemerataan waktu libur bagi masyarakat luas, serta dampaknya terhadap sektor pariwisata dan perekonomian. Bagi instansi pemerintah, SKB 3 Menteri ini menjadi acuan wajib dalam penyusunan jadwal kerja dan izin cuti. Sementara untuk perusahaan di sektor swasta, SKB 3 Menteri dijadikan sebagai referensi dalam menyusun ketentuan cuti atau hari libur di internal perusahaan.
Daftar Cuti Bersama Desember 2025
Pada akhir tahun 2025, cuti bersama jatuh pada hari Jumat, 26 Desember 2025, yang ditetapkan bertepatan dengan momentum menyambut Hari Raya Natal 2025. Penetapan cuti bersama di Bulan Desember ini memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama Umat Kristiani, untuk merayakan hari Natal, sekaligus berkumpul bersama keluarga. Cuti bersama akhir tahun ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh masyarakat. Selain itu, cuti bersama di Bulan Desember ini, sekaligus menjadi penutup rangkaian hari libur nasional 2025 yang telah diatur oleh pemerintah.
Dengan adanya kepastian tanggal cuti bersama di Bulan Desember 2025, instansi pemerintah, sekolah, hingga sektor swasta dapat menyusun agenda kerja serta rencana operasional agar lebih tertata. Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan mengenai penetapan Hari Libur dan Cuti Bersama Nasional ini tetap memperhatikan kelancaran pelayanan publik kepada masyarakat.
Baca juga: Kalender 2026: Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, Long Weekend, dan Bulan Tanpa Libur
Dampak pada Mobilitas dan Liburan Akhir Tahun
Cuti bersama 26 Desember 2025, biasanya berdampak signifikan pada peningkatan mobilitas masyarakat. Bandara, pelabuhan, terminal, hingga jalur transportasi darat pasti mengalami lonjakan perjalanan. Dengan jadwal libur yang berdekatan, masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk mudik, berlibur, maupun berkumpul bersama keluarga.
Di sejumlah daerah di Indonesia, terutama wilayah yang memiliki destinasi wisata populer seperti Bali, Yogyakarta, dan daerah-daerah dataran tinggi di Indonesia, diprediksi akan mengalami peningkatan pengunjung. Kementerian Perhubungan mengingatkan bahwa puncak arus perjalanan kemungkinan terjadi pada 23–24 Desember 2025, sehingga rekayasa lalu lintas dan pengawasan tambahan akan disiapkan di sejumlah titik rawan kepadatan. Sementara itu, sektor perbelanjaan hingga pusat kuliner juga bersiap menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat sepanjang libur akhir tahun.
Ketentuan bagi ASN dan Perusahaan Swasta
- Bagi ASN, aturan cuti bersama dan hari libur nasional di dalam SKB 3 Menteri berlaku penuh. Seluruh instansi pemerintah wajib mengikuti ketentuan tersebut, kecuali unit pelayanan publik tertentu seperti kesehatan, keamanan, dan layanan darurat. Bagi pegawai di sektor tersebut, pengaturan cuti dilakukan secara bergiliran agar pelayanan tetap berjalan.
- Bagi pekerja swasta, aturan mengenai cuti bersama dan hari libur nasional di dalam SKB 3 Menteri bersifat anjuran dan tidak wajib. Perusahaan dapat menerapkan, menyesuaikan, atau tidak mengambil cuti bersama berdasarkan kebutuhan operasional. Jika perusahaan memutuskan untuk meliburkan pegawai pada tanggal tersebut, hari cuti akan mengurangi jatah cuti tahunan pekerja sesuai ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Namun, yang kerap terjadi, sebagian besar perusahaan tetap mengadopsi cuti bersama untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Baca juga: Cuti PPPK: Jenis, Syarat, dan Aturan Terbaru yang Perlu Kamu Tahu
Tujuan Penetapan Cuti Bersama oleh Pemerintah
Pemerintah menetapkan cuti bersama bukan sekadar menambah hari libur, tetapi sebagai strategi untuk menjaga keseimbangan ritme kerja nasional. Penetapan cuti bersama memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain:
- Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati waktu libur tanpa mengganggu jadwal kerja tahunan yang sudah disusun.
- Cuti bersama juga menjadi pendorong signifikan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Setiap periode libur panjang, pergerakan masyarakat meningkat tajam; hotel, transportasi, kuliner, hingga produk lokal ikut merasakan dampaknya. Pemerintah memanfaatkan momentum ini sebagai cara memperkuat perputaran ekonomi di berbagai daerah.
- Cuti bersama juga bertujuan menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup para pekerja. Pola kerja berkelanjutan tanpa jeda yang cukup dapat menurunkan fokus dan produktivitas. Melalui pengaturan hari libur nasional dan cuti bersama, pegawai memiliki kesempatan untuk memulihkan energi sehingga kembali bekerja dengan kondisi yang lebih prima.
Proyeksi Kegiatan dan Tren Libur Panjang Akhir Tahun
Menjelang libur panjang akhir tahun, pemerintah dan pelaku industri pariwisata mulai memetakan tren yang diprediksi akan terjadi. Berdasarkan pola beberapa tahun terakhir, berikut proyeksi kegiatan dan tren libur akhir tahun 2025:
- Tren pertama yaitu dipastikan akan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat, terutama menuju destinasi wisata domestik. Libur panjang yang berdekatan dengan cuti bersama membuat masyarakat memilih perjalanan jangka pendek yang mudah dijangkau, namun tetap memberikan pengalaman berlibur yang lengkap. Bandara dan terminal besar diperkirakan mengalami peningkatan penumpang, sementara jalan tol diproyeksikan menjadi jalur utama arus perjalanan keluarga. Industri perhotelan juga telah mengalami tren kenaikan pemesanan sejak awal Desember. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat sudah bersiap memanfaatkan momen libur panjang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
- Selain lonjakan mobilitas masyarakat di sektor pariwisata domestik, kegiatan akhir tahun juga diperkirakan diwarnai agenda komunitas, perayaan keagamaan hingga festival lokal. Tren ini menunjukkan libur panjang akhir tahun 2025 juga dimanfaatkan sebagai momen penguatan hubungan sosial dan aktivitas budaya oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
- Di sisi lain, pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah diminta meningkatkan kesiapan layanan publik, mulai dari pengamanan lalu lintas, kesehatan, hingga mitigasi bencana, mengingat curah hujan di beberapa wilayah mengalami peningkatan. Dengan persiapan yang matang, libur panjang akhir tahun diharapkan berjalan aman, nyaman, dan memberi dampak positif bagi ekonomi daerah.