Apa Itu Republik? Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Negaranya
Wamena — Selama ini kita selalu menganggap kata ‘Republik’ hanya sebuah istilah saja untuk menyebut sebuah negara. Tapi lebih dari itu, republik sejatinya merupakan sebuah bentuk negara. Lalu bagaimanakah sistem republik itu?
Apa itu Republik?
Kata republik berasal dari dua kata, res yang berarti hal, fakta atau sesuatu dan publica yang berarti publik atau bersama. Secara umum republik merupakan sebuah sistem politik yang dimana kepala negara dipilih oleh rakyat atau wakil rakyat terpilih.
Selain itu, di negara republik kepala negara memiliki batas waktu jabatan. Kepentingan rakyat atau kepentingan umum menjadi satu-satunya kepentingan yang harus dilayani dan diselenggarakan negara.
Menurut Robertus Robert, dalam buku Republik, republik diartikan sebagai suatu komunitas politik bersama yang diorganisir pemerintahan yang berdasarkan prinsip demokrasi, sistem perwakilan yang diadakan dengan kesepakatan untuk mengabdi pencapaian tujuan hidup bersama yang baik di bawah hukum dan persamaan.
Ciri Utama dari Negara Republik
-
Kedaulatan di tangan rakyat
Keputusan politik dan pengambilan sebuah kebijakan didasarkan pada kehendak rakyat. Rakyat memiliki hak dan kewajiban dalam menentukan pemimpin negara melalui pemilihan dan ikut serta mengawasi jalannya pemerintahan.
-
Pemerintahan berdasarkan konstitusi
Adanya dasar hukum yang menjadi pedoman tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan sebagai pelindung hak serta kebebasan rakyat.
-
Kepala negara dipilih rakyat
Berbeda dengan negara monarki, kepala negara sistem republik dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan. Pemilihan yang bebas adal menjadi landasan demokrasi bentuk pemerintahan republik.
Baca juga: Monarki : Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Contoh Pemerintahan
-
Adanya pembagian kekuasaan
Adanya pembagian kekuasaan checks and balance dalam pemerintahan yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Bentuk Pemerintahan Republik
-
Republik Absolut
Dalam sistem ini, pemerintah bersifat diktator, tidak adanya pembatasan kekuasaan. Memiliki parlemen, tetapi perannya tidak terlalu signifikan dalam pemerintahan.
-
Republik Konstitusional
Presiden memiliki kedudukan sebagai kepala negara dan pemerintahan. Namun, kekuasaannya dibatasi oleh konstitusi dan parlemen memiliki peranan penting dalam mengawasi pemerintahan.
-
Republik Parlementer
Preseden hanya sebatas kepala negara, untuk kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri yang bertanggung jawab pada parlemen. Legislatif lebih memiliki kekuasaan dibandingkan dengan eksekutif dalam sistem ini.
Baca juga: Demokrasi Parlementer: Pengertian, Ciri, Aspek, Prinsip, dan Penerapannya di Era Modern
Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Republik
Kelebihan :
- Terciptanya partisipasi politik
- Pembatasan kekuasaan
- Perlindungan Hak Asasi Manusia melalui konstitusi
Kekurangan:
- Ketergantungan pada partai politik
- Adanya peluang korupsi dari sistem politik yang terbuka
- Biaya politik tinggi dari proses pemilihan
Contoh Negara Republik di Dunia
- Indonesia
Indonesia menganut sistem presidensial dengan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.
- Amerika Serikat
Bentuk negara berupa federal konstitusional dengan presiden dipilih melalui sistem elektoral.
- Jerman
Jerman menggabungkan sistem parlementer dan presidensial dangan kanselir dipilih oleh parlemen.
Republik mencerminkan sebuah pemerintahan berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Di negara Indonesia sendiri hal ini sudah tercantum di dalam Pasa 1 ayat (2) UUD 1945. Penegasan komitmen terhadap demokrasi keadilan dan kesejahteraan bersama diwujudkan dengan sistem republik.
Baca juga: Negara Kesatuan: Pembagian Kekuasaan antara Pemerintah Pusat dan Daerah