Artikel

Suku Bauzi : Ciri-ciri, Kehidupan dan Tradisi Berburu Buaya

Wamena - Suku Bauzi merupakan salah satu komunitas adat yang mendiami wilayah pedalaman Papua, terutama di sekitar kawasan Sungai Mamberamo. Suku ini dikenal sebagai kelompok masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan hutan, sungai, dan rawa sebagai sumber kehidupan. Keaslian budaya dan tradisi mereka menjadikan Suku Bauzi sebagai salah satu identitas penting dalam kekayaan etnografi Papua.

Baca juga: Potong Jari Papua: Memahami Tradisi Iki Palek Suku Dani dan Maknanya bagi Masyarakat Papua Pegunungan

Keunikan Suku Bauzi: Dari Rumah di Tepian Sungai hingga Tradisi Berburu Buaya

Suku Bauzi dikenal tinggal di rumah-rumah sederhana yang dibangun di tepian sungai besar. Lokasi ini dipilih untuk memudahkan akses terhadap air, perikanan, dan jalur transportasi alami. Keunikan lain yang mencolok dari kehidupan mereka adalah tradisi berburu buaya, khususnya di daerah rawa dan sungai. Tradisi ini tidak sekadar aktivitas mencari sumber makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya, keberanian, dan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam.

Suku Bauzi: Ciri-Ciri Kehidupan dan Tradisi Berburu Buaya

Kehidupan masyarakat Bauzi sangat bergantung pada alam. Mereka memanfaatkan sungai untuk mandi, memasak, menangkap ikan, hingga berburu hewan besar seperti babi hutan dan buaya.

Ciri-ciri kehidupan Suku Bauzi antara lain:

  1. Ketergantungan tinggi pada hasil hutan dan sungai
  2. Mobilitas menggunakan perahu kayu
  3. Rumah-rumah bertumpu pada kayu dengan struktur sederhana
  4. Hubungan sosial yang kuat di antara anggota komunitas

Sementara itu, tradisi berburu buaya dilakukan dengan menggunakan tombak, panah, serta jebakan tangan tradisional. Aktivitas ini membutuhkan kemampuan membaca gerakan air, memahami kebiasaan buaya, dan keberanian luar biasa. Tradisi berburu buaya Suku Bauzi dikenal dengan tekniknya yang unik, yaitu dengan cara menyelam ke dasar sungai untuk menangkap buaya menggunakan tali rotan. Para pemburu akan mencari bayangan buaya di dasar sungai, mendekati dari belakang, dan melingkarkan tali di moncong dan kaki depannya saat buaya tidak waspada. Kemudian, mereka menarik buaya ke darat secara bersama-sama. 

Baca juga: Suku Lanny: Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Papua Pegunungan

Mengenal Suku Bauzi, Suku Pedalaman Papua dengan Tradisi Unik

Suku Bauzi sebagian besar mendiami kawasan Kabupaten Mamberamo Raya. Mereka menggunakan bahasa Bauzi yang termasuk dalam rumpun bahasa papua non-Austronesia. Bahasa ini memiliki kekhasan dalam struktur kalimat dan kosakatanya.

Keunikan Suku Bauzi juga terlihat dalam sistem sosialnya, di mana setiap anggota komunitas memiliki peran penting. Perempuan berperan dalam meramu sagu, mengasuh anak, serta menangkap ikan dengan alat sederhana. Laki-laki memimpin kegiatan berburu dan menjadi pelindung keluarga.

Kehidupan Suku Bauzi: Sistem Berhitung, Peralatan dan Budaya Berburunya

Sistem Berhitung Suku Bauzi

Suku Bauzi memiliki sistem berhitung tradisional yang hanya mengenal angka sederhana serta menghitung dengan sistem kaki dan tangan. Contohnya yaitu :

  1. Satu = "wanig nobo" (jari kelingking kiri).
  2. Dua = "igwo" (jari manis kiri). 
  3. Lima =  Auhole (satu telapak tangan habis)
  4. Enam = aumei viva (satu telapak tangan tambah satu jari tangan).
  5. Tujuh = aumei behasu viva (satu telapak tangan tambah dua jari tangan)                    
  6. Sebelas = naba bu vametea viva (dua telapak tangan dan satu jari kaki)                 
  7. Lima belas = naba meida ahebu fole (dua telapak tangan dan satu telapak kaki
  8. Enam belas = au ahim fole, naba meida fole, naba bu meida vameta viva (sepasang telapak habis, satu telapak kaki habis, dan kaki satu jari)

Untuk jumlah lebih besar, mereka biasanya menggunakan istilah kiasan atau penunjuk objek. Sistem berhitung seperti ini masih bertahan di beberapa wilayah yang jarang terpapar modernisasi.

Baca juga: Mumi Jiwika: Warisan Budaya Suku Dani di Lembah Baliem

Peralatan Berburu

Suku Bauzi dikenal sebagai pemburu ulung. Peralatan yang mereka gunakan antara lain:

  1. Busur dan panah untuk berburu burung atau hewan kecil
  2. Tombak untuk menangkap ikan besar dan berburu buaya
  3. Perahu kayu sebagai sarana transportasi dan perburuan di sungai
  4. Pisau batu dan alat serut kayu yang dahulu digunakan sebelum logam dikenal luas

Budaya Berburu

Berburu adalah bagian dari identitas Suku Bauzi. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok untuk menjamin keselamatan dan keberhasilan. Hasil buruan kemudian dibagikan secara adil kepada keluarga dalam komunitas, mencerminkan nilai gotong royong yang kuat. Suku Bauzi merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi Indonesia. Dari cara mereka mendirikan rumah di tepi sungai, sistem berhitung tradisional, hingga tradisi unik berburu buaya, semuanya menunjukkan betapa kayanya budaya Nusantara. Pelestarian budaya Suku Bauzi perlu terus digaungkan agar generasi mendatang tetap dapat mengenal keragaman dan kekayaan budaya Papua yang luar biasa.

Referensi :

https://www.tempo.co/hiburan/uniknya-berhitung-ala-suku-bauzi-papua-panjang-menyebut-angka-16-476718                                                              

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bauzi

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 1,675 kali