Jurnal KPU

PENGENALAN LINGKUNGAN BUDAYA PAPUA

 

PENGENALAN LINGKUNGAN BUDAYA PAPUA

(PAPSON HILAPOK)

  1. Latar belakang 

Nama “Papua” mula-mula dipakai oleh pelaut portugis Antonio d'Arbreu yang mengunjungi pulau ini pada tahun 1551. Nama itu kemudian dipakai oleh Antonio Pigafetta yang juga bertualang dengan Magalheins dalam perjalanannya mengelilingi bumi. Pigafetta berada di laut Maluku sekitar tahun 1521.

Kata “Papua” agaknya berasal dari bahasa melayu “pua-pua” yang artinya Keriting (Striling, 1943). Semasa masih menjadi kekuasaan Belanda, Pulau ini disebut Nieuw Guinea . Tetapi sebenarnya nama Nieuw Guinea ini mula-mula digunakan oleh seorang pelaut Spanyol Ynigo Ortiz de Retes. Pada tahun 1545 Ynigo Ortiz de Retes pernah mengunjungi pantai utara pulau ini dan menamakan daerah yang ia kunjungi Nueva Guinea (Guinea Baru). Kulit penduduk di pulau ini yang berwarna hitam mengingatkannya pada penduduk pantai Guinea di benua Afrika. Sejak itu, sebutan tadi dan atau variasinya , Nova Guinea tercantum pada peta-peta abad ke 16. Dalam peta-peta Belanda digunakan sebutan Nieuw Guinea atau Guinee (Naber 1915 dalam Koentjaraningrat, 1994).

Mengenai asal nama “Irian” (Iryan) yang populer setelah Irian Barat dibawah naungan Negara kesatuan Repoblik Indonesia ada beberapa pendapat. Salah satu di antaranya istilah “iryan” dan bukan “irian” diusulkan oleh F. Kaisepo dalam konperensi Malino tahun 1946. Menurut Koentjaraningrat (1994) kata “Iryan” yang dipakai F.Kaisepo ini berasal dari kata bahasa Biak yang berarti “Sinar matahari yang menghalau kabut dilaut”, sehingga ada “Harapan” bagi para nelayan Biak untuk mencapai tanah daratan Irian di seberangnya.

  1. Keanekaragaman Sosial-Budaya Papua 

Propinsi Papua pada waktu sekarang merupakan Propinsi dengan luas wilayah yang tersebar diseluruh republik Indonesia (luas propinsi Papua adalah 416.000 kilometer persegi atau sama dengan tiga kali luas pulau Jawa). Di Propinsi yang amat luas ini didiami oleh sekitar  4.355 445 juta jiwa.  Angka-angka ini menunjukan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di Papua. Keberagaman suku bangsa di Papua tercermin dalam berbagai unsur budaya seperti bahasa, struktur organisasi sosial, sistem-sistem kepemimpinan, agama dan sistem mata pencaharian hidup.

1. Bahasa 

Secara umum penduduk Papua dibagi dalam dua kelompok besar menurut pembagian bahasa yang digunakannya. Adapun dua bahasa itu ialah bahasa Austronesia dan bahasa Non-austronesia. Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kelompok bahasa yang disebut pertama seringkali disebut juga dengan nama Bahasa bahasa Papua. Dua bahasa ini merupakan bahasa induk yang kedalamnya tergolong bahasa-bahasa lokal yang terdapat di Papua.

Jumlah bahasa-bahasa lokal yang ada di papua seperti yang dilaporkan oleh ahli-ahli bahasa yang bekerja di Papua dibawah organisasi Summer Institute for Linguistics (SIL), adalah berjumlah kurang lebih 251 buah bahasa (Silzer 1986). Oleh karena bahasa digunakan sebagai wahana untuk berkomunikasi antara warga kelompok dan sekaligus dipakai sebagai simbol untuk menyatakan identitas diri kelompok, maka tiap kelompok atau etnik pengujar bahasa tertentu selalu membedakan diri mereka dari kelompok pengujar bahasa lain. 

Pembagian bahasa-bahasa di Papua berdasarkan familinya, maka di Papua dapat di kategori menjadi 12 kategori familinya, yaitu:

  1. Trans New Guinea Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Iwur, Muyu, Ninggerum, Yonggom, Kauwol, Ngalum, Awyu, Aghu, Pisa, Tsakwambo, Siagha-yenimu, Mandobo, Wambon, Sawi, Korowai, Kombai, Asmat,Mombun, Koneraw, Momuna, Ekari, Wolani, Moni, Auye, Dao,
    • Damal, Dani, Yali, KwerbaSaberi, Samarokena, Massep, Mairasi, Sentani, Tabla, Nafri, Demta, Yei, Kanum, Maraori, Yelmek, Makleu, Kimam, Kayagar, Marind, Yaghay, Iha, Baham, Mor, Kemberano, Arandai, Kaburi, Puragi, Kais, Kokoda, Inawatan, Konda, Tor, Turu, Mawes, Uria, Sause, Keder, Awyi, Taikat, Waris, Manem, Senggi, Waina, Nimboran, Kemtuk, Gresi, Kwansu, Dera, Dubu, Towei, Emumu, Yafi, Yali, Nipsan, Nalca, Kimyal, Eipomek, Ketengban, Morwab, Molof, Usku, Tofamna, Dem.
  2. West Papuan Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Tehit, Kalabra, Moi, Moraid, Seget, Abun (Karon), Maibrat, Mpur, Hattam.
  3. Geelvink Bay Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Bauzi, Tarunggare, Barapasi, Kofei, Sauri, Bapu, Nisa, Tefaro, Demisa, Woria, Burate, Awera, Rasawa, Saponi dan Yawa.
  4. East Birds Head Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Meyakh, Moskona, Mation.
  5. Sko Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Skow dan Sangke.
  6. Kwomtari Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Phyu
  7. Sepik-Ramu Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Bhiksy
  8. Warembori Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Warembori
  9. Taurap Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah bahasa Burumeso
  10. Pauwi Phylum Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah bahasa Pauwi
  11. Klasifikasi bahasa Papua yang tidak diketahui Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah bahasa Duvle, Fayu, Kirikiri, Tause, Baso, Betaf, Foya, Yoki, Yair, Kimki, Murkim, Yepki, Kembra, Yetfa, dan Saweru.
  12. Austronesian Languages Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kategori ini adalah Arguni, Bedoanas, Erokwanas, Kowiai, onin, sekar, Uruangnirin, Anus, Bonggo, Kayu Pulau, Lik, Masi-masi, Ormu, Podena, Sobei, Tarpia, Tobati, Wakde, Yamna, Yarsun, Dusner, Irarutu, Meswar, Nabi, Ron, Tandia, Wandamen, Yeretuar, Biak, Ambai, Ansus, Busami, Kurudu, Marau, Munggui, Papuma, Pom, Serui Laut, Waropen, Woi, Woriasi, Mor2, Iresim, Yaur, Amber, Kawe, Legenyem, Matbat, Salawi, Gebe, dan As.

 2. Sistem Politik

Ciri kemajemukan lain yang sangat penting ialah tipe-tipe sistem politi atau sistem kepemimpinanpolitik yang ada pada orang Papua. Untuk mengetahui sistemsistem politik tradisional yang dikenal oleh orang Papua, Mansoben (1985) mengaplikasikan model kontinum yang diajukan oleh sahlins (1963) terhadap data etnografi yang ada dan yang telah mencatat adanya empat sistem atau tipe politik.

KeEmpat sistem atau tipe politik yang dimaksud adalah:

  1. Sistem Big man atau Pria Berwibawa

Sistem ini kedudukan seorang pemimpin di peroleh melalui pencapaian .Sumber kekuasaan dari tipe ini terletak pada kemampuan individu yang diwujudkan dalam bentuk nyata seperti keberhasilan, pandai berpidato, brani pimpin perang, murah hati, dan memiliki fisik tubuh yang besar. Suku yang menganut tipe ini adalah: orang Dani, orang Mee, orang Maybrat, orang Muyu.memiliki sifatbermurah hati (Sahlins 1963; Koentjaraningrat 1970,1984).

  1. Sistem Kerajaan

Sistem ini di peroleh dari pewarisan yang sering diberikan kepada anak tunggal dan anak sulung laki-laki yang akan diberikan kekuasaan penuh. Suku yang menganut tipe ini adalah: orang Raja Ampat dan orang Kaimana. 

  1. Sistem Ondoafi

Sistem ini di peroleh dari birokrasi tradisional yaitu pemilihan di dalam masyarakat untuk menunjuk seorang pemimpin dan di putuskan bersama. Suku yang menganut tipe ini adalah : Orang Sentani, Orang Nimboran, Orang Genyem, Dan Orang Arso-Waris. 

  1. Sistem campuran

Sistem ini diperoleh melalui pewarisan dan pencapaian atau seseorang dapat diangkat sebagai pemimpin berdasarkan kemampuan individunya, prestasi, dan keturunan. Suku yang menganut sistem ini adalah: Orang Biak, Orang Waropen,  Dan Orang Wandamen.

Sifak kemajemukan penduduk Papua juga dapat dilihat juga pada prinsip-prinsip hak ulayat tanah yang mereka kenal. Diantara penduduk Papua bisa diklasifikasi atas dua kategori pemilikan tanah, yaitu:

  1. Terdapat kolektif-kolektif etnik yang disamping mengatur sistem hak ulayat tanahnya melalui klan, jadi merupakan komunal; Termasuk dalam kategori ini adalah Orang Dani, Orang Biak, Orang Auwyu, dan Orang Waropen.  
  2. Terdapat pula kolektif-kolektif lain yang mengatur hak ulayat melalui keluarga inti atau hak individual; termasuk dalam kategori ini adalah orang Mee (Pouwer 1970; Galis 1970; Schoorl 1970; Verschueren 1970; De Bruijn 1970; Ploeg 1970; cf. Lavalin International Inc. dan PT Hasfarm Dian Konsultant 1988).
  1. Sekilas Tuju Wilayah Adat Papua

Papua memiliki tuju wilayah adat yaitu Mamta, Domberai, Bomberai, Anim-Ha, Saireri, Lapago dan Mepago. Fokus pada Provinsi Papua Pegunungan adalah wilayah adat Lapago memiliki tiga suku besar (Yali, Huwula dan Dani) dari sekian banyak rumpun suku. Dominasi suku Yali adalah Kabupaten Yahulimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang. Termasuk Huwula adalah Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah. Kemudian Dani adalah Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara, Nduga. Tiga suku besar yang sudah diklasifikasi ini mempunya system karakter budaya yang unik. Sangat jelas pada tata bahasa yang berbeda-beda dan juga berbeda ragam atau dialeknya. Kemudian ada perbedaan fisik dan perawakan dan juga temperamentalnya.

D. Sejarah Pemekaran  dan Luas Wilayah Provinsi Papua Pegunungan

Papua Pegunungan adalah adalah sebuah Provinsi baru di Indonesia dengan Luas wilayah 51.213,330 km2 . Letak Ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Provinsi ini dimekarkan pada tanggal 30 Juni 2022 berdasarkan undang-undang Nomor 16 Tahun 2022.

Provinsi Papua Pegunungan adalah Provinsi Baru dimekarkan dari Provinsi Papua. Gubernur dan Wakil Gubernur Pertama adalah Jhon Tabo dan Ones Pahabol. Mulai menjabat pada tanggal 17 April 2025. Provinsi ini mempunya delapan Kabupaten.

  1. Kabupaten Jayawijaya. Ibu Kota Wamena dipimpin oleh Bupati Atenius Morib. Luas wilayah 2.722,45. Jumlah Penduduk 275.772. Jumlah 40 Distrik.
  2. Kabupaten Lanny Jaya, Ibu kota Tiom. Kepala Daerah Aletinus Yigibalon. Luas Wilayah 2.844,48. Jumlah 39 Distrik dan jumlah penduduk 203.524.
  3. Kabupaten Mamberamo Ibu kota Kobagma. Kepala daerah Yonas Kenelak. Luas wilayah 4.053,23. Jumlah penduduk 49.508 dari lima dsitrik.
  4. Kabupaten Nduga ibu kota Kenyam, kepala daerah Dinard Kelnea. Luas wilayah 5.199,43. Jumlah penduduk 111.597 dari 32 Distrik.
  5. Kabupaten Pegunungan Bintang, ibu kota Oksibil. Kepala daerah Spei Yan Bidana. Luas Wilayah 14.902,58. Jumlah penduduk 114.151 dari 34 Distrik.
  6. Kabupaten Tolikara ibu kota Karubaga. Kepala daerah Dinus Wanimbo. Luas wilayah 3.664,06. Jumlah penduduk 251.661 dari 46 Distrik.
  7. Kabupaten Yalimo ibu kota Elelim. Kepala daerah Nahor Nekwek. Luas wilayah 3.628,73. Jumlah penduduk 104.913 dari 5 Distrik
  8. Kabupaten Yahukimo ibu kota Sumohai Dekai. Kepala daerah Didimus Yahuli. Luas wilayah 16.377,81. Jumlah penduduk 355.612 dari 51 Distrik.
  1. Sejarah KPU Provinsi Papua Pegunungan

Perauran Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pembentukan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Pegunungan dapat melaksanakan dengan ketentuan Pasal 10A ayat 2, ayat 4 dan ayat 5 Pereturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang perubahan atas Undang-Undang nomro 07 tahun 2017 perlu menetapkan peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang pembentukan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Pegunungan.

Mengingat bahwa Undang-undang nomor 16 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 nomor 159, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6805).

Memutuskan dan menetapkan peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang pembentukan komisi pemilihan umum Provinsi Papua Pegunungan bahwa dalam Peraturan Komisi ini yang dimaksud bahwa Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang selanjutnya disebut KPU Provinsi adalah lembaga penyelenggara Pemilu di Provinsi. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang selanjutnya disebut KPU Kabupaten/Kota adalah lembaga penyelenggara Pemilu di kabupaten/kota.

Pasal 2 ayat (1) Dengan Peraturan Komisi ini, dibentuk: KPU Provinsi Papua Pegunungan. KPU Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) masing-masing berkedudukan di ibukota provinsi.

Wilayah kerja KPU Provinsi Papua Pegunungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c meliputi:

a. Kabupaten Jayawijaya;

b. Kabupaten Pegunungan Bintang;

c. Kabupaten Yahukimo;

d. Kabupaten Tolikara;

e. Kabupaten Mamberamo Tengah;

f. Kabupaten Yalimo;

g. Kabupaten Lanny Jaya.

h. Kabupaten Nduga.

Dengan demikian Peraturan Komisi ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Komisi ini dengan penempatannya dalam berita Negara Republik Indonesia ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2023 oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy’ari.

  1. Mengenal  Papua Pegunungan
  • Ndani " adalah nama yang diberikan kepada orang-orang Lembah Baliem oleh orang-orang Moni, dan, meskipun mereka tidak menyebut diri mereka Dani, mereka telah dikenal seperti itu sejak ekspedisi Smithsonian Institution-Pemerintah Belanda tahun 1926 ke New Guinea di bawah Matthew Stirling yang mengunjungi Moni
  • Mamberamo Tengah “Dani-Lani, Yali-Gem, Dabra, Taborta Walak”
  • Etnografi Yahokimo: Hubla, Kimyal dan momunina dan Korowai, Una ukam, Mek, Yalimek, Ngalik, Tokini, Obini, Duwe, Obukain, Kopkaka dan Bese
  • Etnografi  Tolikara dan Lani Jaya : Dani-Lani
  • Etnografi  Jayawijaya: Dani Huwula, Walak
  • Etnografi Yalimo: Yali, (Kamikaru Naira dan Pagai)
  • Etnografi Pegunungan Bintang: Ngalum, Ketengban/Kupel, Murop, Lepki, Arintap, Kimki dan Yefta.

KONSEP

Demokrasi Dalam sebuah Relevansi konteks Papua Pegunungan. Umum Indonesia menerapkan sistem demokrasi untuk pemilihan dan kebebasan berpendapat warganya. Dalam suatu negara, nilai-nilai demokrasi perlu dipahami dan diamalkan.

Hampir semua negara menerapkan sistem demokrasi. Secara etimologi Kata demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani, demos artinya rakyat dan cratein atau cratos yang berarti kekuasaan atau pengawasan.

Secara Linguistik, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berada di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa, pemerintah rakyat, dan oleh rakyat. Rakyat Memerintah Pemerintah.

Demokrasi adalah sebuah sistem alternatif yang menjadi tatanan aktivitas masyarakat dan negara. Hampir semua negara menyatakan sebagai negara yang mengedepankan rakyatnya.

Demokrasi Pilamo/Honai/Bokam Aib

  • Bentuk Bulat : kebersamaan, kesatuan, kekuatan, persaudaraan
  • Satu Pintu: satu hati, satu tujuan, satu pikiran, satu jiwa, satu nilai.
  • Empat Tiang Dalam Pilamo : simbol kehadiran leluhur ada Bersama kita
  • Ansesoris Dalam Pilamo: Leluhur dan leluhur ada Bersama kita
  • Tempat Kaneke : Tempat tersimpat dan berdiamnnya benda sakral.
  • Pilamo: tempat berdialog, musyawarah-mufakat, membicarakan masa lalu, masa kini dan masa depan di depan leluhur tentang kehidupan lebih baik.
  1. Sistem Pemilihan KPU Provinsi Papua Pegunungan

Provinsi Papua menggunakan dua sistem pemilihan. Sistem pemilihan pertama adalah melalui sistem noken. Kedua sistem satu orang satu suara . KPU Kabupaten Pegunungan Bintang dan KPU Yalimo menerapkan sistem one man one vote. Kabupaten Nduga 100% sistem noken. Lima Kabupaten lain menggunakan dua sistem pemilihan yaitu sistem noken dan one man one vote.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 3,032 kali