Artikel

Kapan Puasa 2026? Ini Perkiraan Awal Ramadan Menurut Muhammadiyah dan Kemenag

Wamena - Menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah, pertanyaan “Kapan puasa 2026 dimulai?” menjadi salah satu pencarian paling populer di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di wilayah pegunungan tengah Papua. Informasi mengenai awal puasa sangat penting, bukan hanya terkait ibadah, tetapi juga berkaitan dengan penyesuaian aktivitas masyarakat, mobilitas warga, hingga perencanaan kerja lembaga pemerintah dan penyelenggara layanan publik, termasuk KPU Provinsi Papua Pegunungan.

Momentum Ramadan biasanya menjadi waktu meningkatnya mobilitas sosial dan kegiatan pelayanan masyarakat, sehingga kejelasan jadwal puasa membantu memastikan pelayanan berlangsung efektif dan tertib.

Artikel ini menyajikan rangkuman lengkap berdasar sumber resmi yang Anda berikan: prediksi Muhammadiyah, perkiraan Kementerian Agama (Kemenag), informasi perbedaan metode penetapan, pekan menuju Ramadan, hingga catatan penting dalam menyambut bulan suci.

Baca juga: Kalender 2026: Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, Long Weekend, dan Bulan Tanpa Libur

Berapa Minggu Lagi Puasa Ramadan 2026?

Berdasarkan informasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Jika dihitung dari tanggal 27 November 2025, maka awal puasa tersebut akan tiba dalam 83 hari lagi, atau sekitar:

  • 11 minggu 6 hari,
  • ±2 bulan 22 hari.

Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, atau satu hari setelah versi Muhammadiyah.

Perbedaan ini merupakan hal yang wajar karena masing-masing lembaga menggunakan metode penetapan yang berbeda. Namun, tanggal resmi awal puasa yang berlaku secara nasional tetap menunggu hasil sidang isbat, sebagaimana dilakukan setiap tahun.

Perbedaan Metode: Muhammadiyah vs Kemenag

1. Muhammadiyah – Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal & KHGT

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Perhitungan ini merujuk pada:

  • Hisab Hakiki Wujudul Hilal, dan
  • Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yaitu sistem kalender internasional yang disusun untuk menyatukan penanggalan Islam secara global.

KHGT mengadopsi parameter “Kriteria Turki 2016”, yaitu konsensus internasional yang menetapkan:

  • seluruh bumi sebagai satu zona kalender (satu matlak),
  • ketinggian hilal minimal 5°,
  • elongasi 8° sebelum 00:00 UTC.

Konsep ini dipandang lebih universal. Bahkan dalam simulasi KHGT, 1 Syawal 2124 akan jatuh pada tanggal yang sama di Ohio dan Sydney, sebagai contoh penyamaan kalender secara global.

2. Kementerian Agama – Hisab Imkanur Rukyat (Kriteria MABIMS)

Pemerintah melalui Kemenag menyusun Kalender Hijriah Indonesia berdasarkan kriteria MABIMS, yaitu:

  • Brunei Darussalam
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Singapura

Kriteria MABIMS memperhitungkan kombinasi antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal). Pada kalender 2026, hasil hisab menunjukkan 1 Ramadan diperkirakan dimulai Kamis, 19 Februari 2026.

Namun lagi-lagi, tanggal resmi tetap menunggu sidang isbat, yang mempertimbangkan laporan pemantauan hilal dari seluruh titik rukyat di Indonesia.

Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2026

Pemerintah telah menetapkan libur dan cuti bersama Idul Fitri 2026 melalui SKB Tiga Menteri Nomor:

  • 1497/2025 (Kemenag),
  • 2/2025 (Ketenagakerjaan),
  • 5/2025 (PANRB).

Berikut jadwal lengkapnya:

  • 20 Maret 2026 – Cuti Bersama Lebaran
  • 21 Maret 2026 – Libur Nasional Idul Fitri
  • 22 Maret 2026 – Libur Nasional Idul Fitri
  • 23 Maret 2026 – Cuti Bersama Lebaran
  • 24 Maret 2026 – Cuti Bersama Lebaran

Totalnya, masyarakat mendapat sekitar 7 hari waktu libur untuk merayakan Lebaran 2026.

Persiapan Menyambut Ramadan 2026

Ramadan sering dianalogikan sebagai “tamu agung” yang layak disambut dengan penuh penghormatan. Salah satu hadits yang banyak dikutip menyebut:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan keberkahan. Allah menurunkan rahmat, menghapus dosa, dan mengabulkan doa…” (HR ath-Thabrani)

Dalam berbagai literatur, termasuk Ramadan Ala Mahasantri, ada beberapa catatan penting dalam menyambut awal puasa:

1. Ramadan sebagai Madrasah Takwa

Allah mewajibkan puasa agar manusia mencapai derajat takwa, sebagaimana termaktub dalam QS Al-Baqarah ayat 183. Selama sebulan penuh, umat Islam dilatih menahan diri, meninggalkan perkara terlarang, dan memperbanyak amal baik seperti qiyamullail.

2. Bersegera dalam Amal Kebaikan

Ramadan adalah waktu yang terbatas. Karena itu, amal saleh perlu dilakukan segera—baik melaksanakan perintah, maupun menjauhi keburukan.

3. Mengikhlaskan Niat – Imanan wa Ihtisaban

Setiap amal di bulan Ramadan harus dilakukan dengan ikhlas dan berharap pahala dari Allah SWT, bukan karena ingin dipuji.

Tiga catatan ini menjadi pengingat agar Ramadan dijalani dengan niat yang bersih dan persiapan yang baik.

Baca juga: Kyai Syuja dan Lahirnya PKU Muhammadiyah : Jejak Sang Pelopor Kesehatan Indonesia

Mengapa Penetapan Resmi Tetap Menunggu Sidang Isbat?

Sidang isbat memainkan peran penting karena hasilnya menjadi acuan tunggal bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk lembaga pemerintah dan penyelenggara layanan publik.

Sidang isbat dilakukan dengan mempertimbangkan data hisab, laporan rukyat dari puluhan titik di seluruh Indonesia, kajian ilmiah para astronom dan ahli falak.

Hasil sidang bersifat final dan diumumkan pada malam yang sama.

Jadi, Kapan Puasa 2026 Dimulai?

✔ Versi Muhammadiyah: Rabu, 18 Februari 2026
✔ Versi Kemenag (prediksi): Kamis, 19 Februari 2026
✔ Tanggal resmi: Menunggu Sidang Isbat Ramadan 2026

Perbedaan ini wajar dalam tradisi penanggalan Islam, tetapi keduanya berada dalam koridor yang sama menuju ibadah puasa yang penuh berkah.

Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan sebagai berikut:

  1. 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
  2. 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
  3. 1 Zulhijah 1447 Hjatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 М.
  4. Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 M.
  5. Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.

Mengapa KPU Provinsi Papua Pegunungan Menyajikan Informasi Ini?

KPU Provinsi Papua Pegunungan berkomitmen menghadirkan informasi edukatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Informasi mengenai kapan puasa 2026 penting bagi masyarakat karena:

  1. Ramadan berdampak pada aktivitas sosial, ekonomi, dan pemerintahan.
  2. Banyak layanan publik menyesuaikan jadwal pada bulan puasa.
  3. Mobilitas warga meningkat menjelang Lebaran, termasuk mobilitas antar kabupaten di wilayah Pegunungan.

Dengan menyajikan informasi ini, KPU Papua Pegunungan ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan edukasi yang akurat dan bermanfaat, sekaligus mendukung kelancaran pelayanan publik menjelang momentum Ramadan 2026. (GSP)

Sumber Literasi:

  1. Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025
  2. life.indozone.id
  3. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
  4. Kalender Hijriah Indonesia 2026 – Kementerian Agama RI
  5. SKB Tiga Menteri: Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026
  6. Hadits ath-Thabrani tentang keutamaan Ramadan

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 550,360 kali