Berita Terkini

Kalender 2026: Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, Long Weekend, dan Bulan Tanpa Libur

Kobakma - Memasuki tahun 2026, banyak orang mulai menyusun agenda kerja, rencana mudik, hingga jadwal liburan bersama keluarga. Karena itu, mengetahui daftar hari libur nasional, cuti bersama, long weekend, hingga bulan tanpa libur dalam kalender 2026 menjadi hal penting untuk mendukung perencanaan yang lebih efektif. Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yang menjadi acuan resmi bagi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Artikel ini merangkum jadwal lengkap libur 2026, ringkasan cuti bersama, daftar long weekend, hingga bulan-bulan yang tidak memiliki libur nasional. Baca juga: Mengapa 10 November Jadi Hari Pahlawan? Sejarah dan Maknanya untuk Indonesia Hari Libur Nasional 2026 Pada tahun 2026 terdapat 17 hari libur nasional yang mencakup peringatan hari besar keagamaan dan momen penting kenegaraan. Berikut daftar lengkapnya: Daftar Hari Libur Nasional 2026 1 Januari 2026 (Kamis) — Tahun Baru 2026 Masehi 16 Januari 2026 (Jumat) — Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 17 Februari 2026 (Selasa) — Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 19 Maret 2026 (Kamis) — Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 21 Maret 2026 (Sabtu) — Idul Fitri 1447 Hijriah 22 Maret 2026 (Minggu) — Idul Fitri 1447 Hijriah 3 April 2026 (Jumat) — Wafat Yesus Kristus 5 April 2026 (Minggu) — Kebangkitan Yesus Kristus / Paskah 1 Mei 2026 (Jumat) — Hari Buruh Internasional 14 Mei 2026 (Kamis) — Kenaikan Yesus Kristus 27 Mei 2026 (Rabu) — Idul Adha 1447 Hijriah 31 Mei 2026 (Minggu) — Hari Raya Waisak 2570 BE 1 Juni 2026 (Senin) — Hari Lahir Pancasila 16 Juni 2026 (Selasa) — 1 Muharam 1448 Hijriah 17 Agustus 2026 (Senin) — Hari Proklamasi Kemerdekaan RI 25 Agustus 2026 (Selasa) — Maulid Nabi Muhammad SAW 25 Desember 2026 (Jumat) — Kelahiran Yesus Kristus / Natal Jadwal Cuti Bersama 2026 Pemerintah menetapkan 8 hari cuti bersama pada kalender 2026. Cuti bersama ini memperpanjang masa libur di sejumlah hari besar keagamaan. Daftar Cuti Bersama 2026 16 Februari 2026 (Senin) — Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 18 Maret 2026 (Rabu) — Cuti Bersama Hari Suci Nyepi 20 Maret 2026 (Jumat) — Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H 23 Maret 2026 (Senin) — Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H 24 Maret 2026 (Selasa) — Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H 15 Mei 2026 (Jumat) — Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus 28 Mei 2026 (Kamis) — Cuti Bersama Idul Adha 1447 H 24 Desember 2026 (Kamis) — Cuti Bersama Hari Raya Natal Baca juga: Hari Guru Nasional: Sejarah, Makna, dan Cara Apresiasi Long Weekend Kalender 2026 Kombinasi antara libur nasional dan cuti bersama menghasilkan 9 long weekend sepanjang 2026. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu libur untuk berwisata atau pulang kampung. Daftar Potensi    Long Weekend 2026 Periode Hari Keterangan 15–17 Februari   Sabtu–Senin Imlek + Cuti Bersama 18–20 Maret Rabu–Jumat Nyepi  + Cuti Bersama 20–22 Maret Jumat–Minggu Cuti Bersama Idul Fitri 21– 26 Maret Sabtu–Kamis Rangkaian Cuti + Idul Fitri (super long weekend) 1–3 Mei Jumat–Minggu Hari Buruh 15–17 Mei  Jumat–Minggu Cuti Bersama Kenaikan Isa Almasih 28–31 Mei Kamis–Minggu Cuti Bersama Idul Adha 22–25 Des Selasa–Jumat Cuti Bersama + Natal Bulan Tanpa Libur Nasional Dalam kalender 2026, terdapat empat bulan yang tidak memiliki libur nasional maupun cuti bersama, sehingga ritme kerja pada periode tersebut cenderung lebih padat. Bulan Tanpa Libur: Juli 2026 September 2026 Oktober 2026 November 2026 Keempat bulan ini hanya memiliki libur akhir pekan biasa (Sabtu–Minggu). Baca juga: Sejarah dan Arti Peringatan Hari KORPRI, Simbol Dedikasi ASN Indonesia Bulan dengan Libur Terbanyak Maret 2026 menjadi bulan dengan jumlah libur paling banyak sekaligus periode libur terpanjang. Pada bulan ini terdapat: Libur Nyepi Libur Idul Fitri (dua hari) Tiga hari cuti bersama Idul Fitri Totalnya membentuk rangkaian libur 7 hari berturut-turut pada 18–24 Maret 2026. Kalender 2026 menghadirkan kombinasi lengkap antara libur nasional, cuti bersama, dan long weekend yang tersebar merata sepanjang tahun. Informasi ini dapat membantu masyarakat lebih mudah merencanakan aktivitas pribadi, perjalanan, kegiatan sekolah, hingga agenda pekerjaan. Untuk informasi resmi, masyarakat dapat merujuk pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. (GSP)

50 Kantong Darah Terkumpul, KPU Papua Pegunungan Sukses Gelar Aksi Donor Darah HUT KORPRI Ke-54

Wamena — Kegiatan donor darah menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian peringatan HUT KORPRI ke-54 yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini dipilih bukan tanpa alasan, namun sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial Anggota KORPRI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan stok darah yang aman dan cukup di fasilitas kesehatan di wilayah Papua Pegunungan. Kegiatan donor darah sangat relevan dengan semangat pengabdian yang terus digaungkan Organisasi KORPRI. Di mana tugas ASN tidak hanya mengerjakan tugas-tugas teknis birokrasi, namun juga harus mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial-kemanusiaan. Melalui kegiatan Donor darah yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Papua Pegunungan, seluruh ASN khususnya di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan diharapkan menjadi momen untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bentuk pelayanan publik kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dengan urusan-urusan teknis administratif. Lebih dari itu, pelayanan publik juga bisa diwujudkan dengan langkah konkret nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup orang banyak. Kegiatan donor darah ini, mengajak seluruh ASN di tanah Papua Pegunungan untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan baik, bukan hanya simbol peringatan tahunan. Dengan semangat persatuan, kemanusiaan, dan kepedulian yang merupakan identitas KORPRI, kegiatan donor darah diharapkan menjadi inspirasi untuk gerakan-gerakan mulia kedepannya. Baca juga: Jadwal Resmi Kegiatan Hari KORPRI 2025: Upacara, Baksos, dan Gala Night ASN Tujuan Kegiatan Donor Darah Kegiatan donor darah yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan tidak hanya menjadi agenda simbolis perayaan HUT KORPRI, tetapi memiliki tujuan jelas dan terukur sebagai bentuk pelayanan sosial serta implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Melalui kegiatan ini, KPU ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh peserta, masyarakat, maupun lembaga. Bagi peserta donor, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan rasa empati. Selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan, seperti memperbarui sel darah dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi medis di lingkungan sekitar. Bagi masyarakat, donor darah menjadi upaya mendukung ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan, terutama yang berada di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki akses terbatas. Setiap kantong darah dapat menjadi penyelamat nyawa bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat, baik akibat kecelakaan, persalinan, maupun penyakit tertentu. Bagi KPU Provinsi Papua Pegunungan, kegiatan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga negara dalam meningkatkan eksistensi nilai-nilai KORPRI dalam bentuk nyata. Di mana Organisasi KORPRI hadir untuk masyarakat melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan. Pelaksanaan Kegiatan Donor Darah di KPU Papua Pegunungan Antusias para Peserta Donor Darah Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di Aula Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan dimulai pukul 09.00 - 12.30 WIT, dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh semangat kepedulian sosial. Peserta donor tidak hanya berasal dari internal KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Papua Pegunungan, tetapi juga diikuti oleh: Personel TNI dan Polri Kabupaten Jayawijaya, Pegawai instansi lain seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya, Masyarakat umum yang datang secara sukarela. Kehadiran lintas instansi ini menambah warna kebersamaan sekaligus memperkuat nilai solidaritas antar lembaga. Dukungan teknis disiapkan langsung oleh tim medis Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Wamena. Tim medis UTD RSUD Wamena melakukan proses pemeriksaan, pengambilan darah, hingga pendataan bagi seluruh peserta yang memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya. Kegiatan berjalan lancar dengan standar kesehatan yang ketat dan pengawasan tenaga profesional. Animo peserta terlihat sangat tinggi sejak awal kegiatan. Banyak peserta yang hadir lebih awal untuk mendaftar dan mengikuti pemeriksaan kesehatan, menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya kegiatan kemanusiaan. Baca juga: 29 November Hari KORPRI: Sejarah, Makna, dan Peran Jumlah Peserta dan Hasil Donor Darah Pendaftaran para Peserta Donor Darah Kegiatan donor darah yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan mencatat respons yang sangat positif. Total 61 orang tercatat sebagai pendaftar. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis UTD RSUD Wamena, sebanyak 50 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses donor. Seluruh peserta yang lolos pemeriksaan berhasil menyumbangkan darah, sehingga total 50 kantong darah berhasil dihimpun pada kegiatan tersebut. Adapun komposisi golongan darah yang terkumpul adalah sebagai berikut; 2 kantong untuk golongan darah AB, 9 kantong untuk golongan darah A, 15 kantong untuk golongan darah B, 20 kantong untuk golongan darah O. Jumlah ini dinilai sebagai capaian yang membanggakan. Dengan capaian tersebut, KPU Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa kegiatan sosial dapat memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, serta mendorong semangat gotong royong dan kepedulian lintas instansi. Makna dan Dampak Sosial Kegiatan Donor Darah Kegiatan donor darah yang digelar memiliki banyak dampak positif, antara lain; Bagi kesehatan pendonor, seperti membantu regenerasi sel darah, menjaga sirkulasi, hingga memicu kesadaran akan pola hidup sehat. Di sisi sosial, kegiatan donor darah memperkuat rasa solidaritas antar pegawai lintas instansi yang turut berpartisipasi. Para peserta hadir dengan semangat yang sama: membantu sesama tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun instansi. Nilai kebersamaan itu mencerminkan esensi KORPRI sebagai wadah pengabdian dan pelayanan ASN bagi masyarakat. Aksi donor darah ini menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Papua Pegunungan, mengingat kebutuhan kantong darah di fasilitas kesehatan wilayah pegunungan kerap memerlukan dukungan tambahan. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi budaya sosial yang terus hidup, selaras dengan karakter ASN yang melayani, bekerja dengan hati, dan memberikan solusi.

Kapan Hari Guru Nasional 2025: Ini Sejarah, dan Bedanya dengan World Teachers Day

Wamena - Hari Guru Nasional (HGN) merupakan momen penting untuk menghormati dedikasi guru dan tenaga kependidikan di Indonesia. Setiap tahun, masyarakat Indonesia—khususnya sekolah, siswa, dan lembaga pendidikan—memperingati hari ini dengan beragam kegiatan apresiasi. Namun, masih banyak orang yang bertanya: kapan tepatnya Hari Guru Nasional diperingati? Mengapa tanggal tersebut yang dipilih? Dan apa bedanya dengan World Teachers’ Day yang dirayakan di seluruh dunia? Artikel ini menguraikan tanggal peringatan HGN, sejarah penetapannya, alasan pemilihan tanggal 25 November, perbedaan HGN dengan World Teachers’ Day, serta contoh kegiatan peringatannya. Baca juga: Sejarah Persatuan Guru Indonesia (PGRI): Dari Masa Penjajahan hingga Era Pendidikan Modern Hari Guru Nasional Diperingati Kapan? Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994, Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November. Tanggal ini tidak berubah setiap tahunnya dan bukan merupakan hari libur nasional. Keppres tersebut menyebutkan bahwa guru memiliki peranan sangat penting dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, untuk memberikan penghormatan yang layak, pemerintah menetapkan 25 November sebagai HGN—tanggal yang bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Mengapa Hari Guru Nasional Jatuh pada 25 November? Pemilihan tanggal 25 November bukan tanpa alasan. Tanggal ini dipilih karena: 25 November adalah hari lahirnya PGRI, organisasi guru terbesar di Indonesia yang dibentuk pada 25 November 1945. PGRI menjadi wadah perjuangan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan profesionalisme tenaga kependidikan. Pemerintah ingin memberi penghormatan atas jasa PGRI dan para guru melalui penetapan tanggal historis tersebut sebagai peringatan nasional. Dengan demikian, peringatan Hari Guru Nasional tidak hanya mengenang peran guru secara umum, tetapi juga menandai momentum penting dalam sejarah organisasi profesi guru di Indonesia. Sejarah Penetapan HGN oleh Pemerintah Sejarah Hari Guru Nasional sangat erat kaitannya dengan perjalanan PGRI. 1. Lahirnya PGRI pada 25 November 1945 Beberapa bulan setelah Indonesia merdeka, para guru membentuk organisasi bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi ini menjadi simbol perjuangan guru dalam dunia pendidikan sekaligus bagian dari gerakan nasional membangun bangsa. 2. Penetapan HGN melalui Keppres No. 78 Tahun 1994 Pada tahun 1994, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres No. 78/1994 menetapkan: PERTAMA: 25 November sebagai Hari Guru Nasional. KEDUA: Hari Guru Nasional bukan hari libur nasional. Sejak saat itu, setiap tahun masyarakat Indonesia memperingati HGN bersamaan dengan hari ulang tahun PGRI. Perbedaan HGN dan World Teachers’ Day Banyak orang mengira Hari Guru Nasional sama dengan World Teachers’ Day (Hari Guru Sedunia). Padahal keduanya berbeda: Aspek Hari Guru Nasional (HGN) World Teachers’ Day Tanggal 25 November 5 Oktober Ditentukan oleh Pemerintah RI (Keppres 78/1994) UNESCO, ILO, dan Education International Fokus peringatan Peran guru dalam konteks pendidikan Indonesia Penghargaan global terhadap profesi guru Konteks sejarah Berdirinya PGRI pada 25 November 1945 Peringatan rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang status guru Perbedaannya terletak pada cakupan dan sejarah. Namun intinya sama: memberikan penghormatan kepada para pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa. Baca juga: Bulan Guru Nasional 2025: Tema, Jadwal, dan Rangkaian Kegiatan Resmi Kemendikdasmen Bagaimana Cara Memperingati Hari Guru Nasional? Peringatan Hari Guru Nasional dilakukan oleh sekolah, pemerintah, dan masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan. Mengacu pada Panduan Penyelenggaraan Bulan Guru Nasional 2025, beberapa kegiatan yang umum dilakukan antara lain: Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Dilaksanakan di sekolah dan lembaga pendidikan setiap 25 November. Kegiatan Apresiasi Guru Pemberian penghargaan kepada guru berprestasi Anugerah GTK 2025 dan Apresiasi GTK 2025 di tingkat nasional Pembuatan Konten Ucapan Hari Guru Siswa dan masyarakat membuat konten ucapan terima kasih untuk guru, biasanya menggunakan tagar #TerimaKasihGuruku. Konten "Hari Guru di Sekolahku" Sekolah mengunggah dokumentasi kegiatan peringatan HGN di media sosial. Testimoni dan Cerita tentang Guru Mulai dari cerita inspiratif murid hingga program “Cerita Pak Menteri tentang Sosok Guru”. Webinar dan Program Pendidikan Termasuk bincang-bincang penerima penghargaan GTK dan kegiatan edukasi lainnya. FAQ tentang Hari Guru 1. Apakah Hari Guru Nasional 25 November libur? Tidak. Sesuai Keppres 78/1994, HGN bukan hari libur nasional. 2. Mengapa dipilih tanggal 25 November? Karena bertepatan dengan hari lahir PGRI pada 25 November 1945. 3. Apa bedanya dengan Hari Guru Sedunia? Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober secara global, sedangkan HGN khusus Indonesia diperingati setiap 25 November. 4. Siapa yang menetapkan Hari Guru Nasional? Pemerintah RI melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. 5. Tema Hari Guru Nasional 2025 apa? Ada dua tema resmi: Kemenag: Merawat Semesta dengan Cinta Kemdikdasmen: Guru Hebat, Indonesia Kuat Baca juga: Cara Menggunakan Logo Hari Guru Nasional 2025: Ukuran, Warna, dan Latar Belakang 6. Apakah ada logo resmi HGN 2025? Ya. Terdapat dua versi logo: versi Kemenag dan versi Kemdikdasmen dengan makna filosofis masing-masing. Download Logo HGN 2025 Kemenag Download Logo HGN 2025 Kemdikdasmen 7. Bagaimana sekolah biasanya merayakan HGN? Dengan upacara, pemberian penghargaan, pembuatan kartu ucapan, konten media sosial, hingga acara apresiasi guru. Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November adalah momen penting untuk mengenang jasa guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui sejarah panjang PGRI dan penetapannya melalui Keppres No. 78 Tahun 1994, HGN menjadi wujud penghormatan negara kepada profesi guru. Meski berbeda dari Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober, keduanya memiliki tujuan yang sama: memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya bagi masa depan generasi Indonesia. (GSP)

Bukan Seremonial, KPU Papua Pegunungan Hadirkan Dampak Sosial melalui Baksos HUT KORPRI

Wamena — KPU Provinsi Papua Pegunungan melaksanakan kegiatan bakti sosial yaitu kunjungan ke panti asuhan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT KORPRI Ke-54 pada Senin, 17/11/25. Kegiatan ini digelar dengan tujuan membangun kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara lembaga penyelenggara pemilu dengan masyarakat di tanah Papua Pegunungan. Melalui kunjungan ini, KPU Papua Pegunungan memberikan dukungan moral hingga bantuan yang bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan. Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa solidaritas, empati, dan semangat berbagi untuk jajaran pegawai di Lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan. Bakti sosial menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT KORPRI Ke-54 KPU Provinsi Papua Pegunungan yang jatuh pada 29 November 2025 mendatang. KPU Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari budaya kerja sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat di tanah Papua Pegunungan. KPU Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan kesadaran bahwa tugas KPU tidak hanya sebagai penyelenggaraan pemilu, tetapi juga bertugas untuk berkontribusi dalam aksi-aksi sosial kemasyarakatan. Baca juga: KORPRI: Pengabdian Tanpa Batas untuk Negeri Tujuan Kegiatan Bakti Sosial Kunjungan ke Panti Asuhan Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan KPU Provinsi Papua Pegunungan yaitu kunjungan ke panti asuhan dipilih sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian, dukungan moral, dan motivasi untuk tetap semangat meraih cita-cita di masa depan. Melalui kegiatan bakti sosial ini, KPU Provinsi Papua Pegunungan bermaksud untuk menanamkan nilai-nilai empati dan saling berbagi kepada seluruh  ASN KPU se-Provinsi Papua Pegunungan. Sejalan dengan semangat KORPRI sebagai organisasi yang menjunjung tinggi semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Bakti sosial ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa ASN harus memiliki karakter melayani, peka terhadap situasi sosial, dan siap hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas. KORPRI KPU Papua Pegunungan dalam kegiatan Bakti Sosial Kegiatan bakti sosial ini juga diharapkan dapat mendorong kesadaran kolektif bahwa kerja-kerja teknis-administratif di lembaga negara seharusnya selaras dengan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian. Agar peran ASN dapat dirasakan secara nyata. Lokasi Kunjungan dan Profil Panti Asuhan Kegiatan bakti sosial KPU se-Provinsi Papua Pegunungan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu; Panti Asuhan Izinmo di Desa Holkima, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya dan Panti Asuhan Yahocap (Yayasan Honai Cinta Anak Papua) di Desa Musaima, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. Kebersamaan KORPRI KPU Papua Pegunungan memeriahkan HUT KORPRI Keduanya merupakan lembaga pengasuhan yang selama ini mendampingi anak-anak dari berbagai latar belakang, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan pendidikan. Setibanya di lokasi, rombongan KPU disambut hangat oleh pengurus dan anak-anak panti. Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban, terlihat dari antusiasme anak-anak yang tampak ceria dan bersemangat saat berinteraksi dengan para peserta bakti sosial. Saat ini, jumlah anak binaan di kedua panti mencapai lebih dari 30 orang di masing-masing panti asuhan dengan rentang usia yang beragam, mulai dari balita hingga pelajar sekolah menengah. Pemilihan dua panti asuhan ini bukan tanpa alasan. Selain menjadi bagian dari komunitas yang membutuhkan dukungan, lokasi keduanya juga mencerminkan komitmen pelayanan yang menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk wilayah yang aksesnya tidak mudah. KPU Provinsi Papua Pegunungan berkomitmen untuk memastikan bahwa nilai kepedulian tidak hanya menyentuh lingkungan pusat kota, tetapi juga mereka yang berada di kawasan pedesaan dan membutuhkan perhatian nyata. Baca juga: Pedoman Pemasangan Spanduk HUT Ke-54 KORPRI dengan Tema: Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Rangkaian Kegiatan Bakti Sosial Sekretaris KPU Papua Pegunungan dalam kegiatan Bakti Sosial Bakti sosial yang digelar KPU se-Provinsi Papua Pegunungan berlangsung sederhana namun penuh makna. Berikut rangkaian kegiatan bakti sosial di panti asuhan, antara lain; Acara diawali dengan sambutan resmi dari perwakilan KPU. Dilanjutkan penyampaian pesan moral mengenai pentingnya kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar anak-anak panti tetap sehat, bersemangat, dan memiliki masa depan yang baik. Selanjutnya rombongan KPU Provinsi Papua Pegunungan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pangan, perlengkapan sehari-hari, serta jajanan-jajanan anak-anak untuk menumbuhkan semangat belajar. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada pengurus panti disertai ucapan terima kasih dan harapan agar bantuan tersebut dapat digunakan sebaik mungkin. Momen kebersamaan juga terlihat saat para peserta bakti sosial mengajak anak-anak berinteraksi melalui percakapan ringan, bercanda tawa sederhana, hingga sesi foto bersama. Suasana terlihat akrab dan hangat, membuat kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial tetapi juga menghadirkan ruang kedekatan dan perhatian secara langsung. Untuk dokumentasi dan penyebaran informasi publik, kegiatan ini turut diliput oleh tim media Metro TV Papua yang melakukan pengambilan gambar serta wawancara singkat dengan Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan dan pihak pengurus panti. Hal ini menjadi bagian dari upaya transparansi kegiatan serta menguatkan pesan bahwa aksi sosial merupakan bentuk nyata pengabdian ASN kepada masyarakat. Partisipasi dan Keterlibatan Pegawai KPU Papua Pegunungan Foto Bersama Kegiatan Bakti Sosial KORPRi KPU Papua Pegunungan Kegiatan bakti sosial yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran sekretariat baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Seluruh pegawai hadir dan terlibat aktif, mulai dari PNS, PPPK, CPNS hingga PPNPN, tanpa terkecuali. Tidak hanya sekadar mengikuti agenda, jajaran pegawai terlibat langsung dalam proses persiapan, penggalangan bantuan, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal keberangkatan menuju lokasi. Semangat sosial yang dibangun bersama menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan. Melalui keterlibatan penuh seluruh unsur pegawai di lingkungan KPU Provinsi Papua Pegunungan, kegiatan bakti sosial ini menjadi pengingat bahwa lembaga negara tidak hanya berperan untuk melaksanakan mandat regulatif, tetapi juga harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dengan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan pelayanan publik yang berkarakter. Baca juga: Makna dan Arti Logo KORPRI: Simbol Pengabdian dan Loyalitas ASN Harapan dan Dampak dari Pelaksanaan Bakti Sosial Sebagai penegas makna kegiatan, jajaran KPU Provinsi Papua Pegunungan turut menyampaikan pesan empati dan kepedulian melalui sambutan resmi saat kunjungan berlangsung. Sekretaris KPU Kabupaten Yahukimo, Joy Burkorsyom, dalam sambutannya di Panti Asuhan Izinmo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud pelayanan moral dan sosial dari penyelenggara pemilu kepada masyarakat Papua Pegunungan. "Kunjungan KPU kali ini adalah bagian dari pengabdian dan pelayanan KPU se-Provinsi Papua Pegunungan untuk masyarakat di tanah Papua. Jangan lihat jumlah materi dari bantuan yang kami berikan, namun apa yang sudah kami berikan semoga bernilai manfaat tinggi untuk anak-anak kami di panti ini," ujar Joy. Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Provinsi Papua Pegunungan, Adden Siagian, menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan silaturahmi antara KPU dan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan sentuhan sosial. "Bakti sosial ini kami laksanakan sebagai bentuk silaturahmi dan pemberian tali kasih dari keluarga besar KPU se-Provinsi Papua Pegunungan. Semoga langkah kecil ini membawa dampak baik serta memberikan semangat bagi adik-adik untuk terus belajar dan meraih cita-cita," ungkapnya. Pernyataan kedua pejabat tersebut menjadi penegas bahwa KPU se-Provinsi Papua Pegunungan tidak hanya hadir dalam tugas penyelenggaraan pemilu, tetapi juga memiliki komitmen pada nilai kemanusiaan, kepedulian, serta pelayanan publik yang inklusif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara KPU se-Provinsi Papua Pegunungan sebagai lembaga penyelenggara pemilu dengan masyarakat di tanah Papua Pegunungan. Kegiatan bakti sosial ini sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak panti agar tetap memiliki semangat belajar meski menghadapi keterbatasan. Pihak KPU Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan HUT KORPRI saja, namun dapat menjadi agenda sosial berkelanjutan yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat.

Pembukaan perayaan HUT KORPRI : Upacara, Ziarah Makam Pahlawan, Bakti Sosial

Wamena — Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 dengan mengusung tema besar “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.” Tema ini menjadi penegasan kembali bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pilar penting dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat persatuan nasional, dan mendorong percepatan pembangunan menuju Indonesia Maju. Upacara peringatan yang berlangsung serentak di berbagai instansi pemerintah diwarnai nuansa khidmat dan penuh semangat. Ribuan ASN hadir dengan mengenakan seragam KORPRI, menandai komitmen mereka untuk terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. 1. Upacara Bendera – Menjelang Pembukaan Perayaan HUT KORPRI Tanggal & waktu: Senin, 17 November 2025, pukul 08.00 WIT Lokasi: KPU Provinsi Papua Pegunungan Peserta: Seluruh ASN dan Non-ASN KPU Provinsi dan Kabupaten Papua Pegunungan Upacara dilaksanakan dengan tata urutan resmi yang wajib diikuti, termasuk pembacaan Pancasila, UUD 1945, Panca Prasetya KORPRI, dan sambutan Sekretaris Provinsi Papua Pegunungan 2. Donor Darah  Tanggal & waktu : Senin, 17 November 2025, pukul 09.00 WIT   Lokasi : Aula KPU Provinsi Papua Pegunungan   Peserta : ASN dan Non-ASN KPU Provinsi Papua Pegunungan, TNI dan POLRI Kegiatan donor darah dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu menyediakan stok darah yang aman dan cukup bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, para pendonor berkontribusi langsung dalam menyelamatkan nyawa, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat tolong-menolong. Kegiatan Donor Darah 17 November 2025 Baca juga: Panca Prasetya KORPRI: Nilai-Nilai Pengabdian ASN bagi Bangsa dan Negara 3. Ziarah Taman Makam Pahlawan – 17 November 2025 Tanggal & waktu: Senin, 17 November 2025, pukul 13.00 WIT Lokasi nasional: TMP Kalibata Peserta: ASN dan Non-ASN KPU Provinsi Papua Pegunungan Untuk daerah, ziarah dilakukan di TMP masing-masing sesuai jadwal DP KORPRI daerah. ziarah makam pahlawan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya meneladani semangat perjuangan, keberanian, dan nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pahlawan. Ziarah makam pahlawan juga mendorong generasi penerus untuk terus menjaga persatuan serta melanjutkan perjuangan melalui karya nyata sesuai bidang masing-masing. ​​​​​​​Foto Bersama di Taman Makam Pahlawan Wamena 4. Bakti Sosial  Tanggal & waktu : Senin, 17 November 2025, pukul 15.00 WIT   Lokasi : Panti Asuhan Yahocap dan Panti Asuhan Izinmo Wamena   Peserta : ASN dan Non-ASN KPU Provinsi Papua Pegunungan Sementara itu, kegiatan bakti sosial bertujuan untuk memberikan bantuan nyata kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Bakti sosial menjadi sarana untuk memperkuat rasa kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial antar warga maupun institusi.   ​​​​​​​Bakti Sosial KORPRI KPU Papua Pegunungan Baca juga: Lagu Mars KORPRI: Lirik, Makna, dan Sejarahnya Makna Tema: ASN sebagai Penggerak Persatuan dan Kedaulatan Tema tahun ini membawa pesan kuat bahwa dalam dinamika nasional yang semakin kompleks, ASN harus tampil sebagai kekuatan perekat bangsa. Ketua Umum KORPRI dalam sambutan nasionalnya menegaskan bahwa persatuan antar-pegawai pemerintah merupakan fondasi utama untuk mewujudkan pelayanan publik yang solid dan berkelanjutan. “Bersatu dan berdaulat bukan sekadar slogan, tetapi mandat moral bagi setiap ASN untuk menjaga integritas, netralitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan secara nasional. Aparatur Negara Berperan Strategis Wujudkan Indonesia Maju KORPRI menegaskan bahwa pencapaian Indonesia Maju hanya dapat diwujudkan bila birokrasi bekerja secara cepat, adaptif, dan berorientasi hasil. Melalui peringatan ini, seluruh instansi pemerintah didorong untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik penyalahgunaan wewenang. Sejumlah daerah bahkan meluncurkan inovasi layanan digital, mulai dari sistem perizinan terpadu online, aplikasi pelayanan sosial terintegrasi, hingga platform pengaduan masyarakat yang responsif. Langkah-langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi ASN dalam mendukung transformasi digital nasional. Harapan ke Depan: KORPRI sebagai Pilar Reformasi Birokrasi Melalui momentum HUT ke-54 ini, pemerintah menegaskan bahwa KORPRI adalah mitra strategis negara dalam memastikan keberlanjutan reformasi birokrasi. Harapannya, ASN dapat terus mengedepankan nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan dedikasi dalam mewujudkan pemerintahan yang modern dan berkeadilan. Dengan mengangkat tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju”, KORPRI meneguhkan tekad untuk menjadi motor penggerak perubahan, memastikan bahwa pelayanan publik semakin cepat, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan rakyat. Baca juga: Sejarah dan Arti Peringatan Hari KORPRI, Simbol Dedikasi ASN Indonesia

KPU Provinsi Papua Pegunungan Melaksanakan Upacara Ziarah Makam Pahlawan dalam rangka HUT Korpri ke-54

Wamena — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan turut memeriahkan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 dengan menggelar upacara ziarah makam dan penghormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wamena. Senin, 17 November 2025.  Pentingnya memaknai Semangat Juang Para Pahlawan Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf dan pegawai KPU se-Papua Pegunungan secara khidmat sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan bangsa. Upacara HUT KORPRI ke-54 tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Agus Filma, Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan, yang bertindak sebagai Pembina Apel. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan sebagai pegangan bagi seluruh  Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas. “Sebagai seorang ASN, kita dituntut untuk selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan diri untuk Negara Indonesia. Kita harus terus menerapkan rasa cinta tanah air serta kepedulian terhadap bangsa ini,” ujar Agus Filma dalam amanatnya. Baca juga: Panca Prasetya KORPRI: Nilai-Nilai Pengabdian ASN bagi Bangsa dan Negara Momentum memperkuat integritas dan loyalitas Beliau juga menekankan bahwa momentum HUT KORPRI ke-54 menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk memperkuat integritas, loyalitas, serta profesionalitas dalam bekerja, terutama dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan berkualitas di Papua Pegunungan. Rangkaian kegiatan di TMP Wamena berjalan lancar dan penuh penghormatan, ditandai dengan tabur bunga, doa bersama, serta penghormatan langsung kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi NKRI. Melalui kegiatan ini, KPU Papua Pegunungan berharap seluruh ASN di lingkungan KPU semakin menyadari peran strategisnya sebagai pelayan publik dan penjaga demokrasi. Peringatan HUT KORPRI tahun ini membawa semangat pembaruan bagi seluruh jajaran KPU Papua Pegunungan untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi kemajuan bangsa dan daerah. Komitmen KPU Papua Pegunungan KPU Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas pegawai dan meningkatkan pelayanan kepemiluan sesuai nilai-nilai KORPRI. Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang ASN merupakan bagian dari kontribusi terhadap perjalanan bangsa. Baca juga: Lagu Mars KORPRI: Lirik, Makna, dan Sejarahnya