Berita Terkini

KPU Provinsi Papua Pegunungan Gelar Apel Pagi Rutin Minggu ke-IV November 2025

Wamena – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan mengadakan Apel Pagi rutin pada Minggu ke-IV bulan November 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan dengan diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat dan staf. Apel pagi dipimpin oleh Yulyanti Monim, selaku Kepala Bagian Teknis dan Hukum, yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, Yulyanti menegaskan bahwa apel pagi merupakan kegiatan penting untuk meningkatkan kedisiplinan serta membangun komitmen kerja di lingkungan KPU Provinsi Papua Pegunungan. “Apel pagi ini adalah aktivitas rutin yang harus terus kita laksanakan untuk menumbuhkan disiplin dan memastikan seluruh pegawai dapat memulai pekerjaan dengan semangat yang sama,” ujarnya dalam amanat. Selain itu, Yulyanti juga menyampaikan bahwa minggu ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan profesionalitas, terutama dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan yang belum tuntas pada minggu sebelumnya. “Kita jadikan minggu ini sebagai pembuka untuk bekerja lebih profesional, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, dan meningkatkan kualitas pelayanan kita ke depan,” tambahnya. Apel berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, mencerminkan komitmen KPU Provinsi Papua Pegunungan dalam memperkuat budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.

Komitmen KPU Provinsi Papua Pegunungan Memastikan Seluruh Tahapan Pemilu Berjalan Dengan Baik

Wamena - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan mengadakan rapat rutin pada Minggu ke-IV bulan November 2025. Rapat tersebut berlangsung di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan dihadiri oleh seluruh bidang terkait. Rapat dipimpin langsung oleh Yulyanti Monim, selaku Kepala Bagian Hukum dan Teknis. Dalam arahannya, Beliau menekankan pentingnya kesiapan dan ketertiban administrasi, khususnya terkait daftar hadir komisioner. Ia meminta kepada pihak SDM untuk terus memastikan penyusunan daftar hadir dilakukan secara konsisten serta berkoordinasi dengan bagian keuangan agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Selanjutnya, Fadhillah Rizkiawaty juga memberikan arahan terkait perkembangan kegiatan pada bidang Rendatin. Ia menyampaikan bahwa saat ini bidang tersebut tengah memasuki tahapan pencocokan terbatas serta persiapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV. Proses ini direncanakan akan berlangsung pada awal Desember mendatang sebagai bagian dari upaya memastikan data pemilih tetap akurat dan mutakhir. Selanjutnya Fergie Loana Matahelumual selaku Kepala Subbagian umum dan logistik KPU Provinsi Papua Pegunungan menyatakan kedepannya kepada para staff yang memiliki kepentingan untuk pengambilan nomor surat diharapkan untuk memberikan Arsip kepada Pihak yang bersangkutan yang bertujuan untuk memudahkan pelaporan tentang nomor persuratan kepada pusat khususnya pihak KPU RI.  Rapat rutin ini menjadi bagian dari komitmen KPU Provinsi Papua Pegunungan untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan dengan baik, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Pengembangan Kopi Lokal di Provinsi Papua Pegunungan

Wamena — Upaya pemberdayaan ekonomi lokal terus tumbuh di wilayah Papua Pegunungan. Salah satunya dilakukan oleh Petani Kopi Stefanus Hilapok yang memimpin pengelolaan kebun kopi secara swadaya di Kampung Pipukmo, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya. Stefanus Hilapok dikenal sebagai penggerak utama dalam pembentukan dan pengembangan Kelompok Tani Kopi Naila Wamena Meke, sebuah kelompok tani yang berdiri atas inisiatif masyarakat tanpa ketergantungan pada bantuan eksternal. Kelompok tani ini fokus pada budidaya dan pengolahan kopi arabika yang menjadi komoditas unggulan Pegunungan Tengah. Menurut Stefanus Hilapok, pengelolaan kebun kopi dilakukan secara mandiri dengan melibatkan para petani lokal serta memanfaatkan lahan kopi warisan keluarga yang telah lama ada di Pipukmo. “Kami mengelola semuanya sendiri, mulai dari perawatan tanaman, pemetikan buah merah, hingga pengeringan di lokasi,” ungkapnya. Lokasi pengelolaan kopi berada di Desa/Kampung Pipukmo, Distrik Hubikosi, sebuah wilayah yang memiliki kondisi tanah dan iklim ideal untuk pertumbuhan kopi arabika berkualitas tinggi. Hasil panen dari kelompok tani ini dikenal memiliki cita rasa khas kopi Wamena yang telah lama diminati pasar nasional. Kelompok Tani Kopi Naila Wamena Meke berkomitmen untuk: Meningkatkan kualitas produksi kopi melalui pengolahan yang lebih higienis. Mengembangkan ketahanan ekonomi keluarga petani. Menjaga nilai-nilai swadaya dan kemandirian kelompok. Mengangkat nama Kampung Pipukmo sebagai salah satu sentra kopi potensial di Distrik Hubikosi. Masyarakat sekitar memberikan apresiasi terhadap upaya Stefanus Hilapok yang dinilai mampu mendorong semangat petani lain untuk ikut mengembangkan kopi sebagai sumber penghidupan utama. Dengan dukungan lingkungan yang cocok untuk budidaya kopi, kelompok tani ini dipandang memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas.

Kalender 2026: Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, Long Weekend, dan Bulan Tanpa Libur

Kobakma - Memasuki tahun 2026, banyak orang mulai menyusun agenda kerja, rencana mudik, hingga jadwal liburan bersama keluarga. Karena itu, mengetahui daftar hari libur nasional, cuti bersama, long weekend, hingga bulan tanpa libur dalam kalender 2026 menjadi hal penting untuk mendukung perencanaan yang lebih efektif. Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yang menjadi acuan resmi bagi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Artikel ini merangkum jadwal lengkap libur 2026, ringkasan cuti bersama, daftar long weekend, hingga bulan-bulan yang tidak memiliki libur nasional. Baca juga: Mengapa 10 November Jadi Hari Pahlawan? Sejarah dan Maknanya untuk Indonesia Hari Libur Nasional 2026 Pada tahun 2026 terdapat 17 hari libur nasional yang mencakup peringatan hari besar keagamaan dan momen penting kenegaraan. Berikut daftar lengkapnya: Daftar Hari Libur Nasional 2026 1 Januari 2026 (Kamis) — Tahun Baru 2026 Masehi 16 Januari 2026 (Jumat) — Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 17 Februari 2026 (Selasa) — Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 19 Maret 2026 (Kamis) — Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 21 Maret 2026 (Sabtu) — Idul Fitri 1447 Hijriah 22 Maret 2026 (Minggu) — Idul Fitri 1447 Hijriah 3 April 2026 (Jumat) — Wafat Yesus Kristus 5 April 2026 (Minggu) — Kebangkitan Yesus Kristus / Paskah 1 Mei 2026 (Jumat) — Hari Buruh Internasional 14 Mei 2026 (Kamis) — Kenaikan Yesus Kristus 27 Mei 2026 (Rabu) — Idul Adha 1447 Hijriah 31 Mei 2026 (Minggu) — Hari Raya Waisak 2570 BE 1 Juni 2026 (Senin) — Hari Lahir Pancasila 16 Juni 2026 (Selasa) — 1 Muharam 1448 Hijriah 17 Agustus 2026 (Senin) — Hari Proklamasi Kemerdekaan RI 25 Agustus 2026 (Selasa) — Maulid Nabi Muhammad SAW 25 Desember 2026 (Jumat) — Kelahiran Yesus Kristus / Natal Jadwal Cuti Bersama 2026 Pemerintah menetapkan 8 hari cuti bersama pada kalender 2026. Cuti bersama ini memperpanjang masa libur di sejumlah hari besar keagamaan. Daftar Cuti Bersama 2026 16 Februari 2026 (Senin) — Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 18 Maret 2026 (Rabu) — Cuti Bersama Hari Suci Nyepi 20 Maret 2026 (Jumat) — Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H 23 Maret 2026 (Senin) — Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H 24 Maret 2026 (Selasa) — Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H 15 Mei 2026 (Jumat) — Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus 28 Mei 2026 (Kamis) — Cuti Bersama Idul Adha 1447 H 24 Desember 2026 (Kamis) — Cuti Bersama Hari Raya Natal Baca juga: Hari Guru Nasional: Sejarah, Makna, dan Cara Apresiasi Long Weekend Kalender 2026 Kombinasi antara libur nasional dan cuti bersama menghasilkan 9 long weekend sepanjang 2026. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu libur untuk berwisata atau pulang kampung. Daftar Potensi    Long Weekend 2026 Periode Hari Keterangan 15–17 Februari   Sabtu–Senin Imlek + Cuti Bersama 18–20 Maret Rabu–Jumat Nyepi  + Cuti Bersama 20–22 Maret Jumat–Minggu Cuti Bersama Idul Fitri 21– 26 Maret Sabtu–Kamis Rangkaian Cuti + Idul Fitri (super long weekend) 1–3 Mei Jumat–Minggu Hari Buruh 15–17 Mei  Jumat–Minggu Cuti Bersama Kenaikan Isa Almasih 28–31 Mei Kamis–Minggu Cuti Bersama Idul Adha 22–25 Des Selasa–Jumat Cuti Bersama + Natal Bulan Tanpa Libur Nasional Dalam kalender 2026, terdapat empat bulan yang tidak memiliki libur nasional maupun cuti bersama, sehingga ritme kerja pada periode tersebut cenderung lebih padat. Bulan Tanpa Libur: Juli 2026 September 2026 Oktober 2026 November 2026 Keempat bulan ini hanya memiliki libur akhir pekan biasa (Sabtu–Minggu). Baca juga: Sejarah dan Arti Peringatan Hari KORPRI, Simbol Dedikasi ASN Indonesia Bulan dengan Libur Terbanyak Maret 2026 menjadi bulan dengan jumlah libur paling banyak sekaligus periode libur terpanjang. Pada bulan ini terdapat: Libur Nyepi Libur Idul Fitri (dua hari) Tiga hari cuti bersama Idul Fitri Totalnya membentuk rangkaian libur 7 hari berturut-turut pada 18–24 Maret 2026. Kalender 2026 menghadirkan kombinasi lengkap antara libur nasional, cuti bersama, dan long weekend yang tersebar merata sepanjang tahun. Informasi ini dapat membantu masyarakat lebih mudah merencanakan aktivitas pribadi, perjalanan, kegiatan sekolah, hingga agenda pekerjaan. Untuk informasi resmi, masyarakat dapat merujuk pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. (GSP)

50 Kantong Darah Terkumpul, KPU Papua Pegunungan Sukses Gelar Aksi Donor Darah HUT KORPRI Ke-54

Wamena — Kegiatan donor darah menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian peringatan HUT KORPRI ke-54 yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini dipilih bukan tanpa alasan, namun sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial Anggota KORPRI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan stok darah yang aman dan cukup di fasilitas kesehatan di wilayah Papua Pegunungan. Kegiatan donor darah sangat relevan dengan semangat pengabdian yang terus digaungkan Organisasi KORPRI. Di mana tugas ASN tidak hanya mengerjakan tugas-tugas teknis birokrasi, namun juga harus mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial-kemanusiaan. Melalui kegiatan Donor darah yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Papua Pegunungan, seluruh ASN khususnya di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan diharapkan menjadi momen untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bentuk pelayanan publik kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dengan urusan-urusan teknis administratif. Lebih dari itu, pelayanan publik juga bisa diwujudkan dengan langkah konkret nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup orang banyak. Kegiatan donor darah ini, mengajak seluruh ASN di tanah Papua Pegunungan untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan baik, bukan hanya simbol peringatan tahunan. Dengan semangat persatuan, kemanusiaan, dan kepedulian yang merupakan identitas KORPRI, kegiatan donor darah diharapkan menjadi inspirasi untuk gerakan-gerakan mulia kedepannya. Baca juga: Jadwal Resmi Kegiatan Hari KORPRI 2025: Upacara, Baksos, dan Gala Night ASN Tujuan Kegiatan Donor Darah Kegiatan donor darah yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan tidak hanya menjadi agenda simbolis perayaan HUT KORPRI, tetapi memiliki tujuan jelas dan terukur sebagai bentuk pelayanan sosial serta implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Melalui kegiatan ini, KPU ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh peserta, masyarakat, maupun lembaga. Bagi peserta donor, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan rasa empati. Selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan, seperti memperbarui sel darah dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi medis di lingkungan sekitar. Bagi masyarakat, donor darah menjadi upaya mendukung ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan, terutama yang berada di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki akses terbatas. Setiap kantong darah dapat menjadi penyelamat nyawa bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat, baik akibat kecelakaan, persalinan, maupun penyakit tertentu. Bagi KPU Provinsi Papua Pegunungan, kegiatan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga negara dalam meningkatkan eksistensi nilai-nilai KORPRI dalam bentuk nyata. Di mana Organisasi KORPRI hadir untuk masyarakat melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan. Pelaksanaan Kegiatan Donor Darah di KPU Papua Pegunungan Antusias para Peserta Donor Darah Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di Aula Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan dimulai pukul 09.00 - 12.30 WIT, dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh semangat kepedulian sosial. Peserta donor tidak hanya berasal dari internal KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Papua Pegunungan, tetapi juga diikuti oleh: Personel TNI dan Polri Kabupaten Jayawijaya, Pegawai instansi lain seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya, Masyarakat umum yang datang secara sukarela. Kehadiran lintas instansi ini menambah warna kebersamaan sekaligus memperkuat nilai solidaritas antar lembaga. Dukungan teknis disiapkan langsung oleh tim medis Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Wamena. Tim medis UTD RSUD Wamena melakukan proses pemeriksaan, pengambilan darah, hingga pendataan bagi seluruh peserta yang memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya. Kegiatan berjalan lancar dengan standar kesehatan yang ketat dan pengawasan tenaga profesional. Animo peserta terlihat sangat tinggi sejak awal kegiatan. Banyak peserta yang hadir lebih awal untuk mendaftar dan mengikuti pemeriksaan kesehatan, menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya kegiatan kemanusiaan. Baca juga: 29 November Hari KORPRI: Sejarah, Makna, dan Peran Jumlah Peserta dan Hasil Donor Darah Pendaftaran para Peserta Donor Darah Kegiatan donor darah yang digelar KPU Provinsi Papua Pegunungan mencatat respons yang sangat positif. Total 61 orang tercatat sebagai pendaftar. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis UTD RSUD Wamena, sebanyak 50 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses donor. Seluruh peserta yang lolos pemeriksaan berhasil menyumbangkan darah, sehingga total 50 kantong darah berhasil dihimpun pada kegiatan tersebut. Adapun komposisi golongan darah yang terkumpul adalah sebagai berikut; 2 kantong untuk golongan darah AB, 9 kantong untuk golongan darah A, 15 kantong untuk golongan darah B, 20 kantong untuk golongan darah O. Jumlah ini dinilai sebagai capaian yang membanggakan. Dengan capaian tersebut, KPU Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa kegiatan sosial dapat memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, serta mendorong semangat gotong royong dan kepedulian lintas instansi. Makna dan Dampak Sosial Kegiatan Donor Darah Kegiatan donor darah yang digelar memiliki banyak dampak positif, antara lain; Bagi kesehatan pendonor, seperti membantu regenerasi sel darah, menjaga sirkulasi, hingga memicu kesadaran akan pola hidup sehat. Di sisi sosial, kegiatan donor darah memperkuat rasa solidaritas antar pegawai lintas instansi yang turut berpartisipasi. Para peserta hadir dengan semangat yang sama: membantu sesama tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun instansi. Nilai kebersamaan itu mencerminkan esensi KORPRI sebagai wadah pengabdian dan pelayanan ASN bagi masyarakat. Aksi donor darah ini menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Papua Pegunungan, mengingat kebutuhan kantong darah di fasilitas kesehatan wilayah pegunungan kerap memerlukan dukungan tambahan. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi budaya sosial yang terus hidup, selaras dengan karakter ASN yang melayani, bekerja dengan hati, dan memberikan solusi.

Kapan Hari Guru Nasional 2025: Ini Sejarah, dan Bedanya dengan World Teachers Day

Wamena - Hari Guru Nasional (HGN) merupakan momen penting untuk menghormati dedikasi guru dan tenaga kependidikan di Indonesia. Setiap tahun, masyarakat Indonesia—khususnya sekolah, siswa, dan lembaga pendidikan—memperingati hari ini dengan beragam kegiatan apresiasi. Namun, masih banyak orang yang bertanya: kapan tepatnya Hari Guru Nasional diperingati? Mengapa tanggal tersebut yang dipilih? Dan apa bedanya dengan World Teachers’ Day yang dirayakan di seluruh dunia? Artikel ini menguraikan tanggal peringatan HGN, sejarah penetapannya, alasan pemilihan tanggal 25 November, perbedaan HGN dengan World Teachers’ Day, serta contoh kegiatan peringatannya. Baca juga: Sejarah Persatuan Guru Indonesia (PGRI): Dari Masa Penjajahan hingga Era Pendidikan Modern Hari Guru Nasional Diperingati Kapan? Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994, Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November. Tanggal ini tidak berubah setiap tahunnya dan bukan merupakan hari libur nasional. Keppres tersebut menyebutkan bahwa guru memiliki peranan sangat penting dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, untuk memberikan penghormatan yang layak, pemerintah menetapkan 25 November sebagai HGN—tanggal yang bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Mengapa Hari Guru Nasional Jatuh pada 25 November? Pemilihan tanggal 25 November bukan tanpa alasan. Tanggal ini dipilih karena: 25 November adalah hari lahirnya PGRI, organisasi guru terbesar di Indonesia yang dibentuk pada 25 November 1945. PGRI menjadi wadah perjuangan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan profesionalisme tenaga kependidikan. Pemerintah ingin memberi penghormatan atas jasa PGRI dan para guru melalui penetapan tanggal historis tersebut sebagai peringatan nasional. Dengan demikian, peringatan Hari Guru Nasional tidak hanya mengenang peran guru secara umum, tetapi juga menandai momentum penting dalam sejarah organisasi profesi guru di Indonesia. Sejarah Penetapan HGN oleh Pemerintah Sejarah Hari Guru Nasional sangat erat kaitannya dengan perjalanan PGRI. 1. Lahirnya PGRI pada 25 November 1945 Beberapa bulan setelah Indonesia merdeka, para guru membentuk organisasi bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi ini menjadi simbol perjuangan guru dalam dunia pendidikan sekaligus bagian dari gerakan nasional membangun bangsa. 2. Penetapan HGN melalui Keppres No. 78 Tahun 1994 Pada tahun 1994, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres No. 78/1994 menetapkan: PERTAMA: 25 November sebagai Hari Guru Nasional. KEDUA: Hari Guru Nasional bukan hari libur nasional. Sejak saat itu, setiap tahun masyarakat Indonesia memperingati HGN bersamaan dengan hari ulang tahun PGRI. Perbedaan HGN dan World Teachers’ Day Banyak orang mengira Hari Guru Nasional sama dengan World Teachers’ Day (Hari Guru Sedunia). Padahal keduanya berbeda: Aspek Hari Guru Nasional (HGN) World Teachers’ Day Tanggal 25 November 5 Oktober Ditentukan oleh Pemerintah RI (Keppres 78/1994) UNESCO, ILO, dan Education International Fokus peringatan Peran guru dalam konteks pendidikan Indonesia Penghargaan global terhadap profesi guru Konteks sejarah Berdirinya PGRI pada 25 November 1945 Peringatan rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang status guru Perbedaannya terletak pada cakupan dan sejarah. Namun intinya sama: memberikan penghormatan kepada para pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa. Baca juga: Bulan Guru Nasional 2025: Tema, Jadwal, dan Rangkaian Kegiatan Resmi Kemendikdasmen Bagaimana Cara Memperingati Hari Guru Nasional? Peringatan Hari Guru Nasional dilakukan oleh sekolah, pemerintah, dan masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan. Mengacu pada Panduan Penyelenggaraan Bulan Guru Nasional 2025, beberapa kegiatan yang umum dilakukan antara lain: Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Dilaksanakan di sekolah dan lembaga pendidikan setiap 25 November. Kegiatan Apresiasi Guru Pemberian penghargaan kepada guru berprestasi Anugerah GTK 2025 dan Apresiasi GTK 2025 di tingkat nasional Pembuatan Konten Ucapan Hari Guru Siswa dan masyarakat membuat konten ucapan terima kasih untuk guru, biasanya menggunakan tagar #TerimaKasihGuruku. Konten "Hari Guru di Sekolahku" Sekolah mengunggah dokumentasi kegiatan peringatan HGN di media sosial. Testimoni dan Cerita tentang Guru Mulai dari cerita inspiratif murid hingga program “Cerita Pak Menteri tentang Sosok Guru”. Webinar dan Program Pendidikan Termasuk bincang-bincang penerima penghargaan GTK dan kegiatan edukasi lainnya. FAQ tentang Hari Guru 1. Apakah Hari Guru Nasional 25 November libur? Tidak. Sesuai Keppres 78/1994, HGN bukan hari libur nasional. 2. Mengapa dipilih tanggal 25 November? Karena bertepatan dengan hari lahir PGRI pada 25 November 1945. 3. Apa bedanya dengan Hari Guru Sedunia? Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober secara global, sedangkan HGN khusus Indonesia diperingati setiap 25 November. 4. Siapa yang menetapkan Hari Guru Nasional? Pemerintah RI melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. 5. Tema Hari Guru Nasional 2025 apa? Ada dua tema resmi: Kemenag: Merawat Semesta dengan Cinta Kemdikdasmen: Guru Hebat, Indonesia Kuat Baca juga: Cara Menggunakan Logo Hari Guru Nasional 2025: Ukuran, Warna, dan Latar Belakang 6. Apakah ada logo resmi HGN 2025? Ya. Terdapat dua versi logo: versi Kemenag dan versi Kemdikdasmen dengan makna filosofis masing-masing. Download Logo HGN 2025 Kemenag Download Logo HGN 2025 Kemdikdasmen 7. Bagaimana sekolah biasanya merayakan HGN? Dengan upacara, pemberian penghargaan, pembuatan kartu ucapan, konten media sosial, hingga acara apresiasi guru. Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November adalah momen penting untuk mengenang jasa guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui sejarah panjang PGRI dan penetapannya melalui Keppres No. 78 Tahun 1994, HGN menjadi wujud penghormatan negara kepada profesi guru. Meski berbeda dari Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober, keduanya memiliki tujuan yang sama: memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya bagi masa depan generasi Indonesia. (GSP)