Berita Terkini

Senator Arianto Kogoya Serahkan Beasiswa PIP untuk Siswa Papua Pegunungan: Dorong Semangat Belajar Anak Negeri

Wamena — Dalam semangat membangun masa depan pendidikan di wilayah pegunungan tengah Papua, Senator DPD RI Arianto Kogoya menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada para siswa SD dan SMP di beberapa sekolah di Papua Pegunungan, Senin (20/10). Penyerahan beasiswa ini dilakukan secara langsung kepada perwakilan sekolah dan siswa yang terpilih sebagai penerima manfaat. Dalam sambutannya, Arianto menyampaikan bahwa penyaluran beasiswa ini merupakan bagian dari aspirasi yang ia perjuangkan untuk memastikan akses pendidikan dapat dirasakan secara merata, tidak hanya oleh anak-anak di kota besar, tetapi juga oleh merekayang tinggal di wilayah pedalaman dan pegunungan. “Beasiswa ini jangan hanya untuk anak-anak di kota. Kita bersyukur ada perhatian pemerintah bagi anak-anak di Papua Pegunungan. Meskipun jumlahnya terbatas, ini adalah langkah penting untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Arianto di hadapan guru dan siswa. Dukung Semangat Belajar dan Kesadaran Orang Tua Senator Arianto menekankan bahwa bantuan pendidikan seperti PIP bukan hanya tentang nominal bantuan, tetapi juga motivasi bagi anak-anak dan keluarga untuk terus bersekolah. Ia mengajak para orang tua agar mulai memikirkan masa depan anak-anak mereka dengan menabung dan mengelola keuangan secara bijak. “Kalau kita ada uang, walau sedikit, sisihkan untuk pendidikan anak-anak. Itu investasi terbaik untuk masa depan mereka,” katanya menambahkan. Selain bantuan pendidikan, Arianto juga menyebut perlunya dukungan pada aspek kesehatan siswa, terutama di daerah terpencil, agar anak-anak bisa belajar dengan kondisi tubuh yang sehat dan lingkungan yang layak. Keterbatasan Kuota dan Harapan Pemerataan Meski disambut antusias, penyaluran beasiswa kali ini masih menghadapi tantangan. Tidak semua siswa dapat menerima bantuan karena keterbatasan kuota. Beberapa orang tua dan siswa bahkan sempat menyampaikan aspirasi agar jumlah penerima beasiswa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut. “Kami paham beasiswa ini jumlahnya terbatas. Namun kami berharap ke depan ada tambahan kuota, agar anak-anak lain juga bisa merasakan manfaatnya,” kata Arianto menanggapi aspirasi warga. Ia menegaskan pentingnya keadilan dan pemerataan distribusi beasiswa di seluruh Indonesia, khususnya bagi wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua Pegunungan. Sinergi dengan Pemerintah dan Harapan ke Depan Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan DPD RI, khususnya melalui dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Arianto menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan dan seluruh pihak yang telah membantu penyaluran program tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri dan jajaran yang sudah peduli dengan anak-anak kami di pegunungan. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka untuk tetap semangat sekolah,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh pemimpin bangsa, termasuk Menhan Prabowo Subianto, terus diberkati kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Menyalakan Harapan dari Pegunungan Penyerahan beasiswa di Papua Pegunungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang hidup jauh dari pusat pemerintahan. Arianto Kogoya berharap langkah kecil ini bisa menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda Papua. “Dari puncak pegunungan ini, kita buktikan bahwa anak-anak Papua juga bisa bermimpi besar. Pendidikan adalah jalan kita menuju masa depan yang adil dan sejahtera,” tutup Arianto dengan penuh semangat. Baca juga: Sidialogis, Inovasi KPU Papua Pegunungan yang Dapat Dukungan Penuh Anggota DPD RI

Presiden Prabowo Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan: Saat Dunia Bicara Soal Konektivitas dan Kepercayaan

Wamena —Gyeongju, Korea Selatan. Kota damai nan bersejarah ini jadi saksi hangatnya pertemuan para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025. Dengan tema “Towards a More Connected, Resilient Region and Beyond,” forum ini menjadi ruang penting bagi negara-negara Asia Pasifik untuk kembali meneguhkan semangat kerja sama di tengah dunia yang makin penuh ketidakpastian,Jum’at (31/10). Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, membuka KTT dengan sambutan penuh optimisme. Ia menyambut hangat seluruh pemimpin yang hadir sebelum dimulainya sesi pertama bertajuk “Menuju Wilayah Tangguh yang Lebih Terhubung.” Dalam pernyataan resminya, Presiden Lee menegaskan bahwa kolaborasi dan kepercayaan adalah kunci agar kawasan tetap kuat menghadapi tantangan global. “Presiden Lee berperan menjembatani para pemimpin dalam mencapai mufakat terkait kerja sama ekonomi yang lebih erat,” bunyi pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Korsel. Korea Selatan juga mendorong hasil konkret melalui rancangan “Deklarasi Gyeongju” yang diusulkan sebagai simbol semangat persatuan baru. Selain itu, Seoul menyoroti inisiatif penting dalam bidang kecerdasan buatan (AI) serta dinamika perubahan demografis yang memengaruhi ekonomi kawasan. Dari jajaran pemimpin dunia, hadir Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih untuk tidak hadir secara langsung di forum tahun ini. Dalam pidatonya yang berisi pesan kuat, Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan dan solidaritas di tengah ketegangan global. “Kita bertemu hari ini di tengah ketidakpastian global. Ketegangan dan meningkatnya ketidakpercayaan membahayakan stabilitas ekonomi dunia. Namun saya percaya, Asia Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan dan ketakutan, dan membangun kembali kepercayaan di antara kita,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato yang mendapat sambutan hangat dari para pemimpin lain. Sumber: Antaranews Presiden Xi Jinping pun menegaskan pentingnya multilateralisme sejati, serta menyerukan agar sistem perdagangan global berbasis WTO tetap dijaga dan diperkuat. Ia menyampaikan lima usulan strategis mulai dari membangun ekonomi regional yang terbuka, menjaga rantai pasok tetap stabil, mendorong transformasi digital dan hijau, hingga memastikan pembangunan yang inklusif. Dengan atmosfer yang akrab namun sarat makna, KTT APEC 2025 di Gyeongju ini bukan hanya menjadi ajang diplomasi formal, tetapi juga ruang untuk mempererat tali kepercayaan dan kerja sama lintas negara. Di tengah perubahan dunia yang cepat, pertemuan ini memberi harapan bahwa Asia Pasifik tetap bisa tumbuh bersama — lebih terhubung, lebih tangguh, dan tentu saja, lebih manusiawi.

LAN Tutup Diklat PKN II Angkatan XV: Lima Peserta Terbaik Diumumkan, Semua Peserta Dianggap Istimewa

Jakarta — Lembaga Administrasi Negara (LAN) secara resmi menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV Tahun 2025, yang diselenggarakan di kampus LAN, Kamis (30/10). Penutupan kegiatan ini dipimpin langsung oleh D. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H., M.A., selaku Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN.Dalam sambutannya, Tri Widodo menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh peserta yang telah menuntaskan rangkaian kegiatan dengan penuh dedikasi dan integritas. Ia menegaskan bahwa meskipun harus dipilih lima peserta terbaik, seluruh peserta dianggap istimewa karena menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan inovasi dan perubahan di lingkungan kerjanya. “Perbedaan antar peserta sangat tipis, bagaikan setipis kertas. Namun penilaian dilakukan dengan kriteria yang jelas — mulai dari integritas, prestasi akademik, hingga akseptabilitas di lingkungan kerja,” ujar Tri Widodo dalam pidato penutupan. Baca juga: Agus Filma: Dari Biak Timur untuk Demokrasi di Papua Pegunungan Lima Peserta Terbaik PKN II Angkatan XV LAN Setelah melalui proses seleksi ketat, berikut lima peserta terbaik yang diumumkan oleh panitia Diklat PKN II Angkatan XV: Andi Setyo Nugroho, S.E., M.Si. Direktur Perencanaan Pengendalian Kegiatan dan Operasi pada Deputi Bidang Kontra Intelijen Badan Intelijen Negara (BIN) Karya: “Strategi Penguatan Peran Intelijen melalui Sistem Integrasi Pengawasan (Sintesa) dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.” Katiman, S.E., MPP., MPA., Ph.D. Asisten Deputi Riset Teknologi dan Kemitraan Industri, Kemenko PMK Karya: “Satu Aksi Pentahelix: Model Orkestrasi Tata Kelola Riset dan Inovasi Teknologi untuk Memperkuat Hilirisasi dan Ekosistem Industri (Mitaverse.ID).” Sohibur Rohman Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, Kementerian Hukum dan HAM Karya: “Transformasi Peningkatan Layanan Kesehatan melalui Pemanfaatan JKN di Lapas Kelas I Surabaya.” Fifiana Fitri Amalia, S.E., M.E., Ak. Kepala Biro Umum dan Kepegawaian, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Karya: “Transformasi Sumber Daya Manusia Berbasis Knowledge (TransforMind).” Ahmad Husin Tambunan, S.Stp., M.Si. Kepala Biro Perencanaan, Kementerian Dalam Negeri Karya: “Dari Data ke Dampak: Strategi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Monitoring dan Evaluasi Berkualitas dan Berkelanjutan.” Baca juga: KPU Papua Pegunungan Luncurkan Aplikasi Sidialogis untuk Keterbukaan Informasi Seleksi Ketat, Karya Berdampak Nyata Tri Widodo menegaskan bahwa kelima peserta terbaik tidak hanya menampilkan karya dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga berdampak nyata pada masyarakat dan lembaga masing-masing. Ia mencontohkan bagaimana gagasan para peserta menginspirasi perubahan — mulai dari strategi pertumbuhan ekonomi daerah, transformasi layanan kesehatan, hingga penguatan tata kelola riset dan inovasi teknologi. “Para peserta bukan hanya pemimpin birokrasi, tetapi juga inovator kebijakan publik yang mampu menghubungkan teori dengan praktik untuk menciptakan perubahan konkret,” jelasnya. Baca juga: Sidialogis, Inovasi KPU Papua Pegunungan yang Dapat Dukungan Penuh Anggota DPD RI Penutupan Penuh Apresiasi dan Semangat Kolaborasi Acara penutupan berlangsung hangat dengan penyerahan penghargaan simbolis kepada lima peserta terbaik. Tri Widodo menutup sambutan dengan pesan agar seluruh alumni terus membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan integritas dalam melayani publik. “Penghargaan ini bukan semata tentang siapa yang menang, tetapi tentang pengakuan atas dedikasi seluruh peserta. Jadikan pengalaman ini sebagai pijakan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan birokrasi Indonesia,” tutupnya. Tentang PKN II LAN Program Diklat Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II merupakan program pengembangan kepemimpinan strategis bagi pejabat administrator senior di instansi pemerintah pusat dan daerah. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan proyek perubahan (innovation project) yang mendukung terwujudnya birokrasi berkelas dunia.

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penata Kelola Pemilu KPU Provinsi Papua Pegunungan

Wamena, – KPU Provinsi Papua Pegunungan menyelenggarakan uji kompetensi jabatan fungsional Penata Kelola Pemilu (PKP) di Aula Pilamo Demokrasi, Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan, pada Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para pegawai KPU Provinsi Papua Pegunungan yang menduduki maupun akan menduduki jabatan fungsional Penata Kelola Pemilu. Uji kompetensi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dan profesionalitas aparatur dalam menjalankan tugas-tugas kepemiluan secara efektif, transparan, dan akuntabel Serta bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan KPU. Uji kompetensi ini dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Biro SDM (Sumber Daya Manusia) KPU RI dan Pusat Pengembangan SDM KPU RI. Peserta dalam ujian kali ini yaitu berasal dari para pegawai KPU Se- Indonesia khususnya di wilayah Satuan Kerja Se- Provinsi Papua Pegunungan. Ujian berlangsung dengan tertib dan lancar dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan integritas. Melalui pelaksanaan uji kompetensi ini, diharapkan para pejabat fungsional Penata Kelola Pemilu di lingkungan KPU Provinsi Papua Pegunungan semakin kompeten dan siap mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan serentak tahun-tahun mendatang.

KPU Papua Pegunungan Maknai Tema Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu Sebagai Semangat Persatuan dan Integritas

Wamena – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan penuh makna melalui pelaksanaan upacara, Selasa (28/10). Peringatan tahun ini mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, sebagai refleksi semangat kebersamaan, integritas, dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat demokrasi di Tanah Papua Pegunungan. Makna Sumpah Pemuda bagi Bangsa Indonesia Setiap tanggal 28 Oktober tiap tahunnya, bangsa Indonesia mengenang peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda tahun 1928, yaitu sebuah momen meneguhkan tekad para pemuda untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Ikrar dan komitmen persatuan ini lahir di tengah keterbatasan, namun membara dengan semangat perjuangan yang membakar kesadaran nasional. Saat ini, sembilan puluh tujuh tahun kemudian, nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan cinta tanah air yang digaungkan pemuda-pemudi terdahulu, masih selalu relevan di tengah tantangan zaman. Di era modern yang sarat akan perbedaan pandangan dan dinamika sosial, momen Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang inklusif dan maju. Dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, KPU Papua Pegunungan menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momen untuk menumbuhkan semangat refleksi diri bagi seluruh jajaran, terutama generasi muda di lingkungan sekretariat KPU. Tema ini mengandung pesan bahwa pemuda tidak hanya menjadi penonton pasif perubahan bangsa, namun merupakan penggerak utama dalam menjaga integritas dan profesionalitas lembaga penyelenggara pemilu. Upacara ini juga menjadi wadah untuk menegaskan kembali peran ASN muda di KPU Papua Pegunungan agar terus berinovasi, bekerja dengan semangat pelayanan publik, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan loyalitas terhadap bangsa dan negara. Baca juga: Sumpah Pemuda 1928: Tonggak Persatuan Menuju Indonesia Merdeka Pesan Amanat: Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Pegunungan Dalam amanatnya, Kepala Bagian Teknis dan Hukum sekaligus Plh. Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan, Ibu Yulyanti Monim, menyampaikan refleksi mendalam tentang arti semangat kepemudaan di tengah kondisi geografis dan sosial yang khas di wilayah pegunungan. “Kita sadar bahwa di Tanah Papua Pegunungan, tantangan geografis dan sosial berbeda dengan daerah lain. Namun, disitulah letak semangat perjuangan kita. Melalui kerja sama, kekompakan, dan gotong royong, kita dapat memastikan bahwa setiap warga mulai dari lembah hingga puncak gunung memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam demokrasi,” ujarnya. Pesan ini menegaskan bahwa semangat kepemudaan bukan hanya tentang usia, tetapi tentang sikap, dedikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pemilu. Baca juga: Sumpah Pemuda: Api Semangat yang Tak Pernah Padam di Hati Generasi Muda Semangat Pemuda dan Integritas Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Papua Pegunungan menilai bahwa semangat Sumpah Pemuda selaras dengan nilai dasar penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, profesional, transparan, dan inklusif. Nilai-nilai ini diwujudkan dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, sebagai bentuk pengabdian terhadap demokrasi. Para pegawai muda di lingkungan sekretariat KPU diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu menghadirkan inovasi, menjaga netralitas, dan mengedepankan semangat kolaboratif demi terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. Di tengah tantangan medan dan kompleksitas wilayah di tanah Papua Pegunungan, semangat kepemudaan menjadi energi moral untuk terus melangkah. Setiap langkah kecil yang dilakukan bersama memiliki arti besar bagi kemajuan bangsa. Nilai sinergi, gotong royong, dan kebersamaan menjadi napas kerja seluruh jajaran KPU Papua Pegunungan dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pemilu yang dipercaya publik. Melalui momentum Sumpah Pemuda, KPU Papua Pegunungan meneguhkan kembali komitmennya untuk terus bergerak bersama rakyat, memperkuat persatuan, dan menjaga integritas demokrasi di Tanah Papua Pegunungan.

KPU Papua Pegunungan Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan Upacara Khidmat dan Penuh Semangat Persatuan

KPU Papua Pegunungan Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan Upacara Khidmat dan Penuh Semangat Persatuan Wamena, — Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Pegunungan menggelar upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor KPU Papua Pegunungan. Peringatan tahun ini mengangkat tema nasional: “Bersatu Majukan Indonesia” yang mengandung pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi pemuda dalam membangun bangsa. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat, diikuti seluruh jajaran pejabat struktural dan staf sekretariat KPU. Kegiatan dimulai dengan penghormatan bendera Merah Putih, pembacaan teks Sumpah Pemuda, serta refleksi nilai perjuangan pemuda sebagai fondasi persatuan bangsa. Kepala Bagian Hukum dan Teknis KPU Papua Pegunungan, Yulianti Monim, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh sekretariat untuk terus menyalakan semangat kerja yang dilandasi tiga nilai utama: persatuan, integritas, dan pengabdian. “Kebersamaan adalah kekuatan sebuah lembaga. Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita satukan tekad untuk menjadi satu keluarga yang bekerja bersama menuju pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Yulianti. Ia menambahkan bahwa semangat pemuda Indonesia yang diwariskan pada 28 Oktober 1928 harus menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur KPU Papua Pegunungan dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu. “Kita membutuhkan sikap pantang menyerah dan keberanian untuk bermimpi besar. Generasi muda hari ini harus siap menghadapi perubahan, menjawab tantangan, dan memberi solusi,” sambungnya. Upacara ini juga menjadi sarana memperkuat karakter seluruh pegawai dalam menghadapi agenda penting penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2025 yang akan datang. KPU Papua Pegunungan menegaskan komitmennya untuk menjaga profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas sebagai penyelenggara pemilu yang berintegritas. Yulianti mengajak seluruh jajaran untuk menghayati kembali nilai-nilai historis Sumpah Pemuda Bahasa satu, Tanah Air satu, Bangsa satu — menjadi kekuatan moral dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Papua Pegunungan. “Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat melayani. Kita bekerja untuk masyarakat, untuk memastikan suara setiap warga memiliki arti dalam demokrasi,” tutupnya. Maka dalam upacara momen sumpah pemuda menjadi semangat bersama secara kolektif kolegial bangun komitmen bersama untuk memperkaut kinerja KPU Provinsi Papua Pegunungan